Ali Banat
Image: MATW Project/Facebook

Pesan Terakhir Ali Banat Sebelum Meninggal

Diposting pada

Innalillahi Wainnailaihi Roji’un. Akhirnya setelah kurang lebih 2 tahunan berjuang dengan penyakit kanker yang dideritanya, seorang milianer muslim muda dari Australia bernama Ali Banat telah dipanggil Allah SWT pada tanggal 29 Mei 2018 bertepatan dengan hari ke-13 Ramadhan 1439 Hijriah.

Kisah meninggalnya salah seorang pejuang sosial ini langsung viral di media sosial ketika sebuah rekaman video pada saat prosesi pemakamannya menyebar dan menjadi bahan perbincangan para netizen. Kondisi langit yang diselimuti awan sehingga membuat suasana menjadi teduh pada saat itu langsung memancing komentar mengharukan dari para netizen.

Siapakah Ali Banat?

Mungkin diantara kawan-kawan masih ada yang belum mengetahui siapa itu Ali Banat dan kenapa bisa sampai video rekaman pada saat prosesi pemakamannya cukup ramai dikomentari para netizen. Ya bisa dianggap inilah cerita akhir dari perjalanan hidup seorang Ali Banat.

Kisah ini bermula ketika di bulan Juli 2015 lalu, Ali Banat divonis mengidap penyakit kanker Adenoid Cystic Carcinoma stadium empat. Pada saat itu dokter memperkirakan usianya hanya tinggal 7 (tujuh) bulan lagi karena sel-sel kankernya telah menyebar ke seluruh tubuh dan paru-paru serta tulangnya. Tentu saja kabar ini langsung membuatnya shock.

Merasa hidupnya tidak lama lagi, Ali Banat berusaha untuk menerima kenyataan dengan menganggap penyakit yang diidapnya merupakan anugerah dari Allah SWT. Dan di bulan Oktober 2015, Beliau membuat sebuah program kemanusiaan yang diberi nama Muslim Around The World (MATW) dimana misi utamanya adalah mengentaskan kemiskinan bagi warga Togo, Afrika.

Secara lengkap, kawan-kawan bisa menonton video rekaman interview eksklusif dirinya melalui saluran Lampu Islam dibawah ini:

Manusia punya rencana tetap Allah SWT yang berkehendak, sibuk dengan aktivitas-aktivitas sosial yang dilakukan membuat Ali Banat tidak lagi terpaku dengan tenggat umur tersisa yang sempat divoniskan kepadanya. Hingga pada akhirnya hidupnya masih terus berlanjut dan Allah SWT masih memberikan kesempatan untuk dapat terus berbuat baik hingga hampir mencapai 3 tahun kemudian.

Alhamdulillah menjelang detik-detik kematiannya, Ali Banat masih menyempatkan diri untuk membuat sebuah video yang isinya merupakan pesan terakhir dari dirinya untuk kepada siapa saja yang menontonnya nanti. Sepertinya rekaman video ini memang sengaja disimpan terlebih dahulu dan baru akan dipublikasikan ketika Beliau sudah dipanggil Allah SWT.

Jika diperhatikan, video tersebut baru dipublikasikan pada tanggal 2 Juni 2018 atau tepat 4 (empat) hari setelah Ali Banat meninggal dunia. Berikut merupakan kutipan semua pesan terakhir yang disampaikan oleh Ali Banat dalam rekaman videonya yang telah diterjemahkan oleh saluran YouTube Lampu Islam.

===========================================

Seperti yang kalian semua tahu.

Alhamdulillah aku telah meninggal dunia.

Aku hanya ingin membuat sebuah video kecil.

Untuk semua followers yang telah mendukungku sejak hari pertama, dan ikut dalam perjalanan ini sejak hari pertama.

Semoga Allah membalas kebaikan kalian semua, dan Insya Allah SWT kalian bisa terus mendukung MATW. Insya Allah…

Salah satu hal pertama adalah…

Sebuah nasihat kecil untuk saudara/saudari…

Dalam hidup ini kita punya banyak mobil atau tubuh yang kita punya, segalanya. Alhamdulillah…

Subhanallah, banyak orang ketika aku sakit, mereka mengirimkan pesan kepadaku, “Saudara, kau dijamin surga. Kau telah melakukan begitu banyak untuk komunitas, untuk umat.”

Dan Subhanallah ini hanya berkah sederhana yang Allah SWT berikan pada kita, seperti bangun di pagi hari Alhamdulillah kau masih bisa berjalan ke kamar mandi dengan kakimu.

Jadi, perlahan-lahan hal ini diambil dariku. Dan disaat-saat terakhir hidupku Alhamdulillah.

Wallahi sebagian dari kita tidak mendapat kesempatan itu dari Allah SWT untuk mengetahui kapan kita akan meninggal dunia.

Sebagian dari kita dan banyak orang meninggal secara tiba-tiba. Kau telah mendengar banyak cerita dimana saudara/saudari kita meninggal di klub malam atau dimanapun itu, Subhanallah. Jadi pada saat hidupmu cobalah untuk punya tujuan, cobalah punya rencana, cobalah punya proyek, yang kau kerjakan.

Bahkan, jika bukan kau yang secara pribadi mengerjakannya, dan kau menemukan proyek yang dikerjakan orang lain, lakukanlah sesuatu. Wallahi kita akan membutuhkannya di hari kiamat nanti.

Dan bagi para saudara/saudariku yang masih hidup … di dunia ini, salah satu nasihatku padamu adalah hidup ini menjadi …

Sebelumnya kita sering berkata, “5 tahun lalu, 10 tahun lalu,” ada hal-hal tertentu yang terjadi tapi sekarang setiap bulannya hal-hal berubah.

Banyak orang lebih mengikuti hawa nafsu dibandingkan mengikuti Islam di zaman sekarang. Kita harus berhati-hati karena Wallahi ini bukan lagi sebuah lelucon. Anak-anak kita menjadi terpengaruh, semua orang terpengaruh.

Wallahi terkadang aku seringkali, hanya duduk di tempat tidurku dan menangis karena aku, aku hanya ingin dukungan dari orang-orang. Dan Subhanallah, Allah SWT memberikan orang-orang baru yang tidak pernah kau pikir mereka akan menjadi bagian dari hidupmu atau menjadi teman atau kau bahkan tidak pernah tahu mereka ada.

Ketika aku seringkali bepergian dan menemui orang-orang, banyak dari mereka yang rela berkorban untuk datang jauh-jauh dari Dubai atau Inggris, dimanapun itu datang mengunjungiku ketika aku sakit di rumah sakit. Itulah cinta karena Allah SWT.

Tidak ada foto, tidak ada yang seperti itu hanya datang untuk menjenguk. 14 jam melakukan perjalanan hanya untuk mengetahui kabarku, Subhanallah. Jadi, bagi orang-orang yang sedang sakit, merasa kuatir dan stres, apa yang bisa kusampaikan adalah jangan kuatir karena Allah SWT akan mengirimkanmu orang-orang yang tidak pernah kau duga.

Jika kau benar-benar, kau cukup percaya dan bertawakkal kepada Allah SWT. Jadi, sedikit nasihat untuk semua orang diluar sana, Insya Allah jika kau bisa menginspirasi 1, 2, 3 orang untuk melakukan sesuatu, ingatlah ketika kau berada dalam kubur Insya Allah.

Kau akan mendapatkan pahala dari segala yang mereka lakukan atau orang-orang yang mereka tuntun menuju Islam, dan Insya Allah itu akan membantu di hari kiamat.

Jadi, selalu coba untuk mempunyai sebuah proyek atau rencana yang kau kerjakan di hidup ini Insya Allah, Insya Allah itu akan membantu kita di dalam kubur dan di akhirat.

Jazakalahu khairan, wassalamu’alaikum warahmatullah.

Referensi:

  • http://aboutislam.net/family-society/muslims-4-humanity/ali-banat/
  • http://aboutislam.net/family-society/muslims-4-humanity/gifted-with-cancer-ali-banat-works-to-help-less-fortunate/

One thought on “Pesan Terakhir Ali Banat Sebelum Meninggal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *