Modul Zahir Accounting Terbaru Versi 5.1

Diposting pada

Halo teman-teman sekalian, setelah sebelumnya saya ada membuat postingan mengenai Modul MYOB Accounting 15 Terbaru versi Asia, sekarang saya kembali membuat postingan mengenai Modul Zahir Accounting versi 5.1. Mungkin diantara teman-teman sudah ada yang pernah mendengar aplikasi komputer akuntansi bernama Zahir Accounting. Sebenarnya draft modul ini akan saya buat hanya sekedar ingin mencoba menawarkan kepada salah satu penerbit yang cukup terkemuka di Indonesia. Setelah beberapa hari menunggu, pada akhirnya dari pihak penerbit menolak dikarenakan pangsa pasar pembacanya sangat minim. Ya namanya juga modul aplikasi komputer akuntansi, ya pasti tidak banyak yang tertarik. Beda halnya jika yang ditulis itu adalah sebuah buku novel, pasti dalam waktu sekejap sudah langsung habis terjual. Makanya daripada sayang modul ini sudah dibuat tapi tidak dipergunakan, dibawah ini saya berikan link-link untuk mendownloadnya.

Modul Panduan Kursus Komputer Akuntansi Zahir Accounting
Modul Panduan Kursus Komputer Akuntansi Zahir Accounting

Hitung-hitung berbagi ilmulah sama temen-temen sekalian. Jika diantara teman-teman ada yang ingin bertanya mengenai seputar Zahir Accounting, Insya Allah akan saya jawab karena kebetulan saya adalah tenaga instruktur freelance Zahir Accounting di Pontianak, Kalimantan Barat. Untuk filenya emang sengaja saya pecah-pecah per file karena untuk menghindari bandwith yang terlalu besar karena filenya juga lumayan gede. Ok friends, selamat mendownload ya…

Softcopy Modul Zahir Accounting Terbaru Versi 5.1

Kata Pengantar
Daftar Isi
Sistematika

Bab 1 : Mengenal Zahir Accounting

Menjelaskan cara instalasi program dan menggunakan Zahir Accounting, membuat data perusahaan, mengenal areal kerja dan mengakhiri program.

Bab 2 : Implementasi Zahir Accounting

Menjelaskan aturan yang akan digunakan oleh Zahir Accounting yang masih harus ditentukan agar dapat beroperasi sesuai dengan keperluan operasional perusahaan.

Bab 3 : Setup Zahir Accounting

Menjelaskan tata cara melakukan proses setup di Zahir Accounting.

Bab 4 : Modul Pembelian

Menjelaskan tentang pencatatan pembelian, retur pembelian dan pelunasan hutang usaha, memperbaiki dan menghapus jurnal.

Bab 5 : Modul Penjualan

Menjelaskan tentang pencatatan penjualan, retur penjualan dan pelunasan piutang, memperbaiki dan menghapus jurnal.

Bab 6 : Modul Kas dan Bank

Menjelaskan pencatatan penerimaan kas, pengeluaran kas bank register.

Bab 7 : Modul Persediaan

Menjelaskan pemeliharaan data produk yang dihasilkan oleh perusahaan, penyesuaian persediaan, transfer persediaan dan menampilan transaksi persediaan.

Bab 8 : Modul Jurnal Umum

Menjelaskan tentang penanganan semua transaksi yang berkaitan dengan jurnal umum, transaksi yang berulang serta memperbaiki jurnal umum.

Bab 9 : Modul Laporan Keuangan

Menjelaskan tentang laporan keuangan serta transaksi-transaksi yang dimasukkan dalam satu periode. Disini kita dapat melihat analisis anggaran, pengukuran kinerja manajemen, dan lain-lain.

Bab 10 : Analisis Bisnis

Menjelaskan tentang laporan keuangan serta transaksi-transaksi yang dimasukkan dalam satu periode. Disini kita dapat melihat analisis anggaran, pengukuran kinerja manajemen, dan lain-lain.

Tentang Penulis

31 thoughts on “Modul Zahir Accounting Terbaru Versi 5.1

  1. mas aq mau nanya nie…
    jadi gini, klo misalnya saya buat kartu member buat customer
    dri kartu member itu diambil point nya…
    misalnya dalam setiap pembelian kelipatan Rp 1000 dapet 1 point
    itu bisa gak dihitung lewat zahir?
    klo bisa gmn cara nya?

    1. Hhhmmm… Memangnya waktu kmrn menggunakan Zahir tidak dikasih penjelasan untuk fasilitas ini kah? Maksudnya apakah baru2 ini menggunakan fasilitas member card tersebut? Trims…

  2. Itu tergantung kebijakan pengakuan biaya yang diterapkan oleh masing2 perusahaan Bro. Bisa saja transaksi tsb dicatat sebagai Biaya Dibayar Dimuka kan? Jadi meski Kas sudah keluar tapi posisi lawannya masih berada di kategori Aktiva (Biaya Dibayar Dimuka masuk dlm kategori Aktiva). Nah, pada bulan berikutnya baru transaksinya disesuaikan menjadi Biaya Listrik (Debet) dan Biaya Dibayar Dimuka (Kredit). Kira2 gimana penjelasannya, kalau masih bingung ditanyain lagi ya. Trims…

  3. lebih tepatnya kasus pembayaran sewa gedung
    saat bayar pertama kali masuk ke: kas&bank > kas keluar
    akun kas yg dipilih : kas
    kode akun utk alokasi dana : Sewa Dibayar Dimuka
    sehingga nanti menghasilkan jurnal
    (D)Sewa Dibayar Dimuka ,
    (K)Kas

    baru pada saat adjustmentbuat di: jurnal umum
    (D)Biaya sewa
    (K)Sewa Dibayar Dimuka ,

    kl spt ini bgmn

    1. Ya sama aja sih apabila kita menggunakan jurnal umum untuk kedua kasus diatas, yang membedakan antara modul kas dan bank dengan modul jurnal umum kan hanya pada siapa penerima uang tersebut. Misalnya untuk bayar listrik, kalau pake modul Jurnal Umum langsung aja dibuat Biaya Listrik (D) dan Kas (K). Nah, kalau pake modul Kas dan Bank, pada kolom Akun Kas Keluar nya diisi dengan Kas, terus pada kolom Penerima diisi aja PLN, habis itu baru diisi akun lawannya pada kolom Kreditnya. Sama aja kan?. Demikian juga untuk kasus diatas, bisa juga diimplementasikan seperti itu. Trims…

  4. Mantap bro…ada gak softwere zahir 5.1 nya ?
    kalau ada share donk…soalnya yg aku pakai masih versi 3.0 portable..

    Sukses selalu…

    Thanks

        1. Variasi dari 1,5 – 15 juta tergantung fasilitas dan modul yang dimiliki. Btw, kan udah pake versi 3 portabel kenapa gak dilanjutkan aja pake versi itu? 🙂

  5. Maaf mas mau tanya, ini saya bekerja ditravel pesawat dan menggunakan sitem Zahir accounting 5.1
    pada sistem kami dari pihak travel biasanya menaruh Deposit pada Airlines dan Net harga setelah pengissue’an tiket, nah untuk mendata dikas keluarnya gmna ya agar tidak ada pendoublelan data?
    contoh Deposit diAirlines Rp. 10.000.000 nah kita issue tiket Harga Net Rp.750.000
    itu gmna caranya yah agar tidak ada pendoublelan data kas keluar tapi kita bisa tahu deposit kita di airlines sisa brapa ?

    1. Buat akun perkiraan sendiri di posisi kas dengan nama Kas Deposit Airlines Mbak, nah pada saat deposit buat jurnal umum dengan posisi Kas Kantor/Bank (Kredit) dan Kas Deposit Airlines (Debet). Bisa juga dengan menggunakan modul Kas dan Bank dengan nama penerima adalah Maskapai. Pada saat proses issued kan sama juga penjualan yach, nah pada form penjualan di kolom nilai Total Pembelian (kanan bawah) diarahkan ke akun Kas Deposit Airlines. Begitu diproses Rekam maka secara otomatis saldo Kas Deposit Airlines akan berkurang. Untuk melihat saldonya cukup melalui Laporan – Buku Besar – Buku Besar Standar – Pilih Akun Rekening Kas Deposit Airlines. Demikian sedikit info dari saya, semoga bisa membantu… 🙂

  6. Selamat sore pak,Saya belum punya zahir accounting 5.1 Bolehkan saya minta aplikasinya,soalnya buat tugas akhir pak?Terima kasih sebelumnya

  7. Pak mau tanya, kalo kasusnya perusahaan dagang terus beli barang sebagai aset bukan sebagai persediaan tetapi belinya secara kredit. Itu masuknya kemana ya pak? Kalo ke pembelian saya bingung itu kode barangnya kan ga ada karena dia pembelian aset bukan persediaan. Plus memang ga ada saldo awalnya.

    1. Khusus untuk aset harus pake Jurnal Umum, buat 1 rekening perkiraan khusus untuk mencatat Hutang Pembelian Aset. Jurnal waktu pembelian: Aset (D) dan Hutang Aset (K). Semoga membantu. Trims…

  8. Selamat Pagi Pak Dwi Wahyudi, ada beberapa pertanyaan :
    1. Berapa harganya kalau kami ingin menambah fasilitas untuk mencetak invoice penjualan dan retur penjualan.
    2. Kenapa, Ketika kami buat laporan keuangan (Neraca) terlihat Posisi Kas belum sesuai dengan posisi terakhir.
    3. Kenapa Acap kali ketika kami melakukan transaksi penjualan pada saat search nama barang, maka muncullah data persediaan barang akan tetapi dengan jumlah atau status nol/kosong semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *