Mereka Tidak Butuh untuk Dikenal Tapi Cukup Hanya Dikenang

Diposting pada

Perjalanan saya ke Sidoarjo, Surabaya, beberapa waktu yang lalu menjadi salah satu momen yang tak terlupakan. Disaat saya diundang untuk menghadiri kegiatan Kopdar Blogger Nusantara disana, ternyata lokasi Taman Makam Pahlawan Surabaya sangat dekat dengan tempat penyelenggaraan kegiatan, tepatnya berada diseberang Sun City Mall Surabaya. Dan Alhamdulillah dari pihak panitia ada mengagendakan upacara peringatan sederhana yang hanya dihadiri oleh perwakilan 50 orang peserta saja. Hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk menuju lokasi Taman Makam Pahlawan tersebut. Dari kejauhan sudah tampak komplek pemakaman yang luas dengan sebuah gerbang bertuliskan Taman Makam Pahlawan didepannya. Terdapat tugu peringatan yang berdiri tegak ditengah komplek pemakaman dengan lukisan relief disalah satu sisi dindingnya.

Setelah upacara peringatan sederhana selesai dilakukan secara khidmat, kami diberikan kesempatan untuk melakukan ritual tabur bunga. Sejenak saya berdiri didepan hamparan makam yang cukup luas, saya perhatikan satu per satu nisan yang ada. Seketika pandangan saya langsung terfokus pada beberapa nisan yang bertuliskan TIDAK DIKENAL.

Subhanallah… Sungguh besar kecintaanmu terhadap negeri ini sehingga sampai liang lahat pun tidak ada satupun yang tahu siapa namamu. Demi membela tanah air tercinta engkau rela mengorbankan semua jiwa ragamu, bukan demi sebuah nama, bukan demi sebuah pangkat, namun demi sebuah kemerdekaan yang telah kami rasakan saat ini.

Meski kami hadir disana pada saat Sumpah Pemuda dikumandangkan 83 tahun yang lalu, namun tulisan ini sengaja kusimpan hingga hari ini tiba. Tanggal 10 November 1945, saat dimana perjuangan rakyat Indonesia berada dalam titik tertinggi. Puluhan bahkan ratusan ribu orang harus gugur dalam sebuah pertempuran terbesar sepanjang sejarah ibu pertiwi. Tidak terhitung lagi berapa besar pengorbanan yang engkau berikan pada negeri ini. Hanya demi sebuah kemerdekaan yang sebenarnya engkau sendiri tidak pernah merasakannya. Oleh karena itu, mari kita mengheningkan cipta sejenak dan memberikan do’a kepada para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan. MEREKA TIDAK BUTUH UNTUK DIKENAL TAPI CUKUP HANYA DIKENANG. (DW)

0 thoughts on “Mereka Tidak Butuh untuk Dikenal Tapi Cukup Hanya Dikenang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *