Donald Trump Presiden Amerika Serikat
Image: FB Bunda Hilmi

Alhamdulillah!!! AS Kalah Telak, 128 Negara Anggota PBB Tolak Keputusan AS dan PBB Batalkan Yerusalem sebagai Ibukota Israel

Diposting pada

Dengan hasil ini, pengakuan Presiden Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai Ibukota Israel batal dan tidak berlaku lagi seperti dikutip dari USA Today, Kamis (21/12/2017).

Sebanyak 193 negara anggota Majelis Umum PBB melakukan pungutan suara atas resolusi yan menolak atas keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota lsrael pada 6 Desember lalu.

Loading...

Sebelumnya, langkah mundur Presiden Trump telah mengundang kecaman dari seluruh dunia dan Muslim bahkan sekutu AS pun mulai menentang tindakan atau klaim sepihak AS tersebut.

Dari 193 anggota, sembilan negara yang menolak resolusi tersebut yaitu: Israel, Honduras, Togo, AS, Palau, Kepulauan Mashall, Mikronesia, Nauru, dan Guatemala.

Sementara dua pertiga negara anggota PBB termasuk Jerman, Perancis, ltalia, Belanda, Belgia, Portugal, Swiss, Swedia, Norwegia, Spanyol dan Yunani memilih untuk mendukung resolusi tersebut. Kali ini, berbeda dengan di Dewan Keamanan PBB, Amerika Serikat tidak memiliki hak Veto di Majelis Umum ini.

Hukum internasional memandang Tebing Barat termasuk Yerusalem Timur sebagai “Wilayah yang diduduki” dan menganggap semua pemukiman Yahudi yang dibangun di wilayah tersebut sebagai ilegal.

Resolusi tersebut juga menegaskan bahwa isu mengenai status akhir Yerusalem harus diselesaikan melalui negosiasi sesuai dengan resolusi PBB yang relevan dan menyatakan bahwa keputusan yang mengubah status kota tersebut batal demi hukum.

AS juga kalah dalam pemugutan suara di Dewan Keamanan PBB terkait draft resolusi soal Yerusalem. Seperti dilaporkan The Guardian, Selasa, dari 15 anggota DK PBB, 14 negara menyatakan setuju pernyataan Donald Trump soal Yerusalem harus ditarik balik.

Merespon hasil voting tersebut, Dubes AS untuk PBB Nikki Haley marah. Dia menggambarkan hasil voting tersebut sebagai sebuah penghinaan. Dia menegaskan bahwa AS punya hak untuk menempatkan kedutaan besarnya dimana pun.

Palestina menyambut gembira resolusi Majelis Umum PBB ini. “(Hasil) pungutan suara ini adalah kemenangan bagi Palestina” Kata Nabil Abu Rdainal, juru bicara Presiden Palestina Mahmud Abbas, seperti dikutip Reuters.

Adapun Duta Besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, menyebut hasil pemungutan suara 128 berbanding 9 ini merupakan kemunduran besar bagi Amerika Serikat.

Sementara itu, Menteri luar Turki Mevlut Cavusoglu berkata, masyarakat antar bangsa menunjukkan dalam Majelis undian PBB terkait isu Baitulmaqdis “Maruah dan kedaulatan bukan untuk dijual”.

Sumber: Bunda Hilmi

Gambar Gravatar
Menerima Jasa Review Produk, Liputan Kegiatan, Berita Gadget dan Teknologi Terbaru, dan Perkembangan Startup Lokal. Info Kerjasama: 0811-56-1982 (Telp/WA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *