Undang-Undang Perdagangan Terbaru Tahun 2014 Melarang Skema Piramida

Setelah melalui proses yang panjang akhirnya Indonesia sekarang telah memiliki Undang-Undang Perdagangan yang secara resmi telah disahkan pada Rapat Paripurna DPR RI pada 11 Februari lalu. Di dalam undang-undang perdagangan ini diatur secara rinci mengenai sistem perdagangan yang mampu mendorong perdagangan nasional menjadi lebih maju dan berkeadilan, serta bisa menjawab tantangan perdagangan global nantinya. Pengesahan UU Perdagangan ini secara otomatis akan mencabut ketentuan-ketentuan lain mengenai perdagangan yang termaktub dalam undang-undang tentang barang, uu tentang perdagangan barang-barang dalam pengawasan, dan uu tentang pergudangan.

Ada satu hal menarik dibalik pengesahan uu perdagangan terbaru ini dimana pada Pasal 9 dijelaskan secara terang bahwa sistem perdagangan menggunakan konsep piramida dilarang untuk diterapkan di Indonesia. Secara jelas pada halaman penjelasan Pasal 9 memberikan definisi “skema piramida” adalah istilah atau nama kegiatan usaha yang bukan dari hasil kegiatan penjualan barang. Kegiatan usaha itu memanfaatkan peluang keikutsertaan mitra usaha untuk memperoleh imbalan atau pendapatan terutama dari biaya partisipasi orang lain yang bergabung kemudian atau setelah bergabungnya mitra usaha tersebut. Mungkin dalam bahasa umumnya yang dimaksudkan skema pribadi adalah sistem multi level marketing kali ya?.

UU Perdagangan Terbaru Tahun 2014 Pasal 9 Sistem Piramida

Memang jika kita perhatikan dalam beberapa tahun terakhir banyak tumbuh subur bisnis-bisnis baru yang menjadikan jumlah jaringan sebagai target orientasi sumber pendapatan mereka. Bahkan baru-baru ini Ustadz Yusuf Mansur juga ikut serta dalam mengembangkan konsep bisnis seperti ini yaitu KlikVSI. Sebenarnya kalau diperhatikan masih banyak nama-nama perusahaan lain juga melakukan hal yang sama, hanya saja karena nama Ustadz Yusuf Mansur cukup dikenal oleh masyarakat luas maka bisnis beliaulah yang menjadi sorotan untuk saat ini. Padahal Beliau termasuk baru meluncurkan beberapa program usahanya, itupun bukan murni milik pribadi melainkan menggunakan sistem kerjasama dengan pihak lain. Dan jika diperhatikan untuk di Pontianak sendiri ada beberapa perusahaan sejenis yang masih berdiri dan beroperasional ¬†dalam kegiatan mengembangkan bisnis mereka. Biasanya sih istilah yang digunakan untuk mengimingi para calon korbannya adalah dengan adanya sistem Marketing Plan A, Marketing Plan B (Plus), Bonus Komisi, dan Reward Khusus. Dijamin tergiur dah kalau pemikirannya jangka pendek saja… :-)

Mungkin selama ini para pendiri bisnis dengan konsep MLM masih bisa bernafas lega karena aturan khusus mengenai konsep bisnis dengan sistem piramida ini belum ada, akan tetapi dengan disahkannya undang-undang perdagangan terbaru tahun 2014 maka sesuai halaman Hukuman Pasal 105 bahwa setiap pelaku usaha yang menerapkan sistem skema piramida dalam mendistribusikan barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh miliar rupiah). Sepertinya mulai sekaran para pendiri bisnis MLM sudah harus memikirkan langkah antisipasi supaya mereka bisa lepas dari jeratan hukum sebagai efek dari berlakunya uu perdagangan ini. Dan bagi calon-calon pengusaha muda di Indonesia, masih banyak kok peluang-peluang bisnis yang bisa dijalankan selama kalian terus berpikir kreatif. Selamat berwirausaha… (DW)

Sumber Refensi:

  • http://www.kemendag.go.id/id/news/2014/02/11/pengesahan-uu-perdagangan-langkah-maju-menjawab-tantangan-perdagangan-global
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran_berjenjang

Sumber Gambar:

  • https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10202022666385597&set=a.1183375341918.2028015.1154264482&type=1

Kata Kunci Pencarian Terkait:

None found.
Bagikan Ini Share on Facebook103Share on Google+0Share on LinkedIn1Pin on Pinterest0Tweet about this on Twitter6
Tags:
author

Author: 

Blog yang berisi info mengenai Pontianak, perjalanan Blogger Borneo, liputan kegiatan, dan review produk jasa terbaru. Jika ada yang berminat produknya direview langsung aja menghubungi 08565030366. Thanks...

8 Responses

  1. author

    Endar Fernandes8 months ago

    banyak yang bakalan nangis darah nih kayak nye bang…

    Reply
  2. author

    Reza Afrizal8 months ago

    Salam Kenal (http://veritrapay.web.id/) ,

    Sebelumnya saya sampaikan bahwa VSI produknye adalah VPay Pak Dwi. Saya secara pribadi terbantu dengan software ini dan tidak merasa dirugikan. Jaringan saya juga pengguna untuk pribadi dan sebagian lagi penjual pulsa elektronik. VSI tidak memungut biaya pendaftaran atau sejenisnya, Jadi Tidak Termasuk Dalam YANG DIMAKSUD PASAL 9. Kita lihat saja implementasi UU baru nih, kalau memang VSI dinyatakan dilarang oleh pemerintah, ya harus kita patuhi.

    Reply
    • author

      bloggerborneo8 months ago

      Saya tidak pernah mempermasalahkan produknya Bang karena itu menggunakan konsep PPOB, hanya saja saya agak sedikit dengan konsep paket usaha yang digunakan. Sekarang kalau dengan paket 1 HU kita sudah bisa jualan kenapa harus mendaftar hingga 31 HU? Kan yang kita beli adalah aktivasi produknya. Secara pribadi saya sudah memandang hal tersebut sebagai skema piramida. Saya sebenarnya juga ada aplikasi PPOB Bang, itu baru murni dagang. Coba buka aja http://www.fastpay.co.id. Ya masing-masing orang punya pandangan masing-masing Bang. Trims..

      Reply
      • author

        Reza Afrizal8 months ago

        fastpay, saya beli lisensinya 350 ribu. saya punya akunnya sudah dari 2 tahun lalu digunakan. pada dasarnya saya gunakan untuk lingkungan kecil, teman dan keluarga. niatnya cuma buat bantu saja. kenapa saya beli lagi aplikasi vpay ? karena konsep pemasaran jaringannya (viral marketing). saya ingin mencoba bisnisnya, bisnis pemasaran jaringannya melalui jejaring sosial. tetapi saya malah tidak terlalu ngotot jaringan saya ambil banyak HU atau lisensi, tergantung kebutuhan saja. artinya berapa HP yang mau dipakai buat aplikasi vpay. kecuali mereka cukup paham dan ingin menjalankan bisnisnya dengan benar. setiap mitra vsi berbeda2 bang, cara mereka menawarkan barang mereka berbeda2, sama dengan sales konvensional. Oh ya bang skema piramida menurut saya tidak jelek ko’, yang ndak bagus itu cara pembagian hasilnya dan praktek money game. Thx atas infonya

        Reply
        • author

          bloggerborneo8 months ago

          Oke, saya kira semuanya kembali ke pribadi masing-masing Bang. Maklum terkadang oknum member yang membuat sistem marketingnya jadi kacau dan gara-gara mereka semuanya langsung dicap negatif. Sip Bang, semoga sukses aja dengan bisnisnya ya. Trims atas diskusinya disini.

          Reply
  3. author

    hema_salsabila8 months ago

    Sebenarnya ngga mesti sampai nangis darah deh, ngga ngaruh juga klo sistem piramida nya dihapuskan, toh msh bs dicari solusi lain utk memberi komisi bagi pelaku bisnis di vsi ini, misal dg memberi komisi lgs bagi setiap member yg berhasil mengajak, anggap aja marketing freelance, setiap bisa menjual 1 produk lgs dikasih komisi 50rb misalnya. Kalau berhasil mengajak 200, lgs dikasih android sebagai bentuk bonus. JADI DGN DIHAPUSKANNYA SISTEM PIRAMIDA TIDAK LANTAS MEMBUAT PERUSAHAAN TIDAK JALAN, VISI MISI UTK MEMBELI INDONESIA TETAP TAK TERGOYAHKAN, TANPA PERLU SISTEM JARINGAN, GANTI AJA DG SISTEM KOMISI, sebagai bentuk ucapan terima kasih perusahaan krn kita berhasil menjual produk vsi yg berupa teknologi VPay yg dipasang di hp kita, mantap kan? Sy pecinta vsi dan sangat setuju sistem piramida dihapuskan. Ngga perlu nangis darah, malah senang banget

    Reply
  4. author

    helmy8 months ago

    setuju dengan #hema_salsabila……menurut saya produk vsi itu bagus (meskipun masih banyak kendala) masih bisa dibenahi…yg dipermasalahkan kan system pemasaranya. yg menggunakan system binari (piramida)….yg dilarang menurut undang2 dan kehallalanya dalam syariah islam……smoga yg berkepentingan bisa menyadari kekeliruanya dan membenahinya dengan lebih baik…bukanya mencari pembenaranya sendiri….mohon maaf apabila salah kata, tp niat saya tulus dan baik …..#trim…

    Reply
    • author
      Author

      Blogger Borneo8 months ago

      Iya Bang, harapan saya juga seperti itu. Tidak ada masalah dengan produk yang dijualnya, cuma sistem komisi jaringannya ini lho biasa membuat para anggota menjadi lupa tujuan bergabung. Ujung2nya target mereka adalah cari orang sebanyak2nya untuk bergabung, masalah jual produk itu belakangan karena keuntungannya tipis banget. Btw, ma kasih banyak buat komentar dan masukannya Bang… :-)

      Reply

Leave a Reply