Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009

Pada awal tahun 2010 pelaksanaan ujicoba pemberlakuan Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2010 mulai digelar di kota Pontianak, Kalimantan Barat. Setelah 3 bulan sebelumnya melewati masa sosialisasi, kali ini seluruh jajaran kepolisian daerah Kalimantan Barat mulai mempersiapkan diri disetiap titik-titik yang dianggap strategis untuk melakukan pengawasan dan memberikan pengarahan kepada setiap pengendara motor dan mobil terkait dengan pemberlakukan undang-undang tersebut.

Ada tiga poin utama yang diatur dalam undang-undang tersebut, meliputi:

1. Penggunaan Helm Standar

Helm merupakan salah satu alat pengaman bagi setiap pengendara kendaraan bermotor yang digunakan untuk melindungi bagian vital kepala dari benturan jika terjadi kecelakaan. Banyak jenis helm yang saat ini dijual di pasaran dengan berbagai merk dan ukuran. Sebelum undang-undang ini diterapkan, para pengendara diberikan kebebasan untuk menggunakan helm yang dijual sesuai dengan seleranya masing-masing. Namun saat ini, pada undang-undang lalu lintas nomor 22 tahun 2009 diatur mengenai standar helm yang dianggap aman digunakan bagi pengendara adalah helm yang memiliki label SNI (Standar Nasional Indonesia). Dibawah ini adalah sketsa dari helm yang memenuhi kriteria SNI:

2. Penggunaan Spion Ganda

Dulu, menggunakan spion ganda (lengkap kanan kiri) menjadi salah satu momok bagi setiap pengendara khususnya kalangan remaja dan ABG. Alasannya adalah karena terkesan jadul dan menurut mereka hanya motor yang dikendarai orang tua saja yang menggunakan spion ganda. Namun sekarang, setelah undang-undang tersebut diterapkan maka setiap pengendara wajib menggunakan spion ganda sebagai salah satu alat bantu untuk melihat situasi kendaraan di belakang kita. Sebenarnya hal ini tidak perlu diberitahukan lagi kepada setiap pengendara karena setiap unit motor baru yang dijual pasti dilengkapi dengan spion ganda. Sekarang semuanya kembali kepada pengendara sendiri, naik kendaraan mencari gengsi apa mencari selamat?

3. Menghidupkan Lampu Kendaraan di Siang Hari

Mungkin agak sedikit janggal dengan aturan baru ini karena selama ini para pengendara motor hanya menghidupkan lampu ketika hari telah menjelang malam sebagai alat bantu melihat keadaan didepan. Namun berdasarkan survei yang dilakukan oleh pihak kepolisian menyatakan bahwa dengan menghidupkan lampu di siang hari dapat menekan angka kecelakaan di jalan raya. Sebenarnya saya pribadi kurang paham juga sih mengenai aturan ini karena menurut saya apa hubungannya antara menghidupkan lampu di siang hari dengan jumlah kecelakaan yang terjadi di jalan raya.

Sebenarnya masih ada beberapa poin lagi yang dimuat dalam undang-undang lalu lintas ini, seperti: aturan berhenti bagi setiap kendaraan yang akan membelok ke arah kiri di persimpangan, ukuran ban standar, dan aturan-aturan lain yang tentunya membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk mensosialisasikannya. Oh iya, dalam undang-undang tersebut juga mengatur tentang sanksi-sanksi bagi setiap pengendara yang melanggar (perhatikan gambar dibawah ini).

Nah, mungkin demikan sedikit informasi dari saya mengenai penerapan Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009. Dan bagi siapa saja yang ingin mengetahui isi dari undang-undang tersebut bisa langsung mendownload softcopy nya disini. (DW)

Related Posts

8 Comments

  1. abdul adhim
    05/02/2011 at 3:34 AM - Reply

    makanya saatnya tertib, tertib sholatnya ya pasti harus tertib dijalan dan salam tertib

  2. Ron
    08/02/2011 at 10:15 AM - Reply

    Wah..semakin muak saja dengan Polisi kalau begini…UU baik untuk kita tp sekarang apa UUnya bagi Polisi yang melanggar UU ini…apa yg bisa masyarakat lakukan bagi polisi yang menerima uang cepean..Polisi murah…yang tidak punya malu..apa..tolong dong DPR dipikirkan juga hak-hak masyarakat..jangan hanya hak-hak polisi saja…karena coba saja lihat dilapangan betapa banyaknya kendaraan anggota Polisi yang jauh lebih buruk..tp masyarakat tidak bisa bertindak apa-apa..haruskah masyarakat membuat hukum sendiri terhadap Polisi-polisi rakus ini…kami yakin jika kami membuat hukum sendiri…POLRI lambat laun akan kehilangan anggotanya…….

    • Wiwin
      15/07/2011 at 9:15 AM - Reply

      Wah iya, tu gak masuk akal bangetz. Coba disurvey dulu aja deh. Paling-paling pengendara sepeda motor yang setuju menyalakan lampu siang hari gak sampai 5%nya

      • Dwi Wahyudi
        21/07/2011 at 12:42 PM - Reply

        Iya, saya sendiri aja jarang menghidupkan lampu disiang hari. Tekor bandar, hidupkan lampu disiang hari membuat bohlamku hanya mampu bertahan 3 bulan. Cckk…cckk…cckk…

  3. Kampanye Gerakan ROSO Demi Keselamatan Bumi :The Famous Blogger from Borneo
    14/02/2011 at 11:44 PM - Reply

    […] 4% Sekilas Mengenai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 […]

  4. Jangan Ukur Besar Nyalimu dengan Bisingnya Suara Knalpotmu :The Famous Blogger from Borneo
    11/03/2011 at 11:49 PM - Reply

    […] 4% Sekilas Mengenai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 […]

  5. Jangan Ukur Besar Nyalimu dengan Nyaringnya Suara Knalpotmu :The Famous Blogger from Borneo
    12/03/2011 at 4:07 AM - Reply

    […] 4% Sekilas Mengenai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 […]

  6. Melanggar Aturan Undang-undang Kok Dianggap Biasa??? | The Famous Blogger from Borneo
    12/04/2011 at 5:21 PM - Reply

    […] 4% Sekilas Mengenai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 […]

Leave A Comment