Ucapanmu Itu Telah Membuat Hilang Selera Makanku

Pengalaman yang kualami siang ini benar-benar telah membuat diriku harus melupakan keinginan untuk menikmati makan siang disalah satu lokasi kantin yang terdapat disekitar kawasan bundaran UNTAN Pontianak. Hanya karena saya duduk di salah satu kursi “miliknya tetangga sebelah”, maka saya harus mendapat perlakukan kurang nyaman dari salah seorang pelayan yang merasa berkepentingan “memiliki” kursi tersebut. Alih-alih ingin menyantap makan siang, saya malah diminta untuk pindah tempat duduk dengan satu alasan yaitu TIDAK ENAK DENGAN KANTIN SEBELAH. Sepertinya pelayan ini tidak mengerti bahwa bagaimanapun juga konsumen adalah raja, dia ternyata lebih mementingkan TIDAK ENAK DENGAN KANTIN SEBELAH ketimbang TIDAK ENAK DENGAN PERASAAN CALON PEMBELI.

Tidak adanya pemberitahuan secara tertulis di sekitar lokasi mengenai aturan TIDAK BOLEH DUDUK DI MEJA MILIKNYA TETANGGA SEBELAH menyebabkan saya langsung mengambil keputusan untuk membatalkan keinginan saya bersantap ria dikantin tersebut. Sebenarnya tidak akan juga menjadi masalah jika sejak awal informasi tersebut sudah diinformasikan kepada para calon pembeli, jadi sebelum mereka melakukan pemesanan makanan dan minuman mereka sudah menempati posisi duduknya yang baru. Bukan seperti ini, sudah standby netbook, sudah pesan makanan dan minuman, eh tak lama kemudian salah seorang pelayan “kantin tetangga sebelah” menghampiri. Dengan wajah ketusnya dia bertanya: “Abang pindahan dari meja mana, kok duduknya disini?”.

Mendengar pertanyaan seperti itu, saya langsung merasa heran. Sambil bengong saya lalu menjawab: “Ngga kok Mbak, saya baru aja duduk disini, bukan pindahan dari meja manapun”. Mendengar itu, pelayan tersebut langsung ngeloyor pergi. Tak lama berselang, muncul lagi pelayan yang berasal dari kantin dimana saya memesan makanan. Sepertinya pelayan tersebut telah mendapat “peringatan” dari pelayan kantin tetangga sebelah yang tadi menghampiri saya. Dengan cukup halusnya pelayan itu berkata: “Bang, pindah ke meja sebelah aja ya. Kebetulan disini meja miliknya kantin yang lain, ga enak ntar…”.

Untuk sejenak saya terdiam, sambil menahan kekesalan didalam hati saya langsung bergegas mengemaskan semuanya. Sepertinya selera makan saya langsung hilang begitu mendapat perlakukan kurang mengenakkan seperti itu. Setelah saya membayar minuman yang telah dipesan sebelumnya, secepat kilat saya meninggalkan tempat tersebut.  (DW)

You might also like More from author

Comments

Proses...