Taxi Online Mulai Beraksi, Taksi Konvensional Pun Mulai Merasa Tersaingi

“PERHATIAN!!!… Untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan kami menolak taxi online masuk/ berada dalam 200 meter dari area ini. TTD PENGELOLA MMT (Mitra Mercure Taxi)."

Spanduk Penolakan Taxi Online di Pontianak
Image: Akun FB Jonathan Suryadi

Kalimat diatas secara tidak sengaja Blogger Borneo ketika sedang melintasi Jalan Ahmad Yani Pontianak. Sebuah spanduk besar berlatar belakang warna kuning terpampang cukup jelas di bagian luar pagar Hotel Mercure Pontianak. Satu spanduk lagi berisikan kalimat yang sama bisa dilihat juga di akses jalan keluar lain hotelnya ke Jalan Perdana.

Secara pribadi, Blogger Borneo melihat munculnya spanduk tersebut merupakan aksi spontan dari para pemilik usaha layanan transportasi khusus konvensional yang selama ini beroperasional di Pontianak. Sepertinya mulai masuknya layanan-layanan dalam bentuk aplikasi ojek dan taxi online ke Pontianak dalam kurun waktu 3 bulan terakhir dirasa cukup mengganggu putaran bisnisnya sekarang. Jika sebelumnya Go-Jek Indonesia pertama kali muncul dengan jenis layanan Go-Ride nya, sekarang sudah mulai Go-Car mulai beroperasi. Belum lagi kabarnya dalam waktu dekat dua perusahaan lain yaitu Uber dan Grab juga akan masuk dan beroperasional di Pontianak.

OFFLINE VS ONLINE

Perkembangan teknologi informasi yang terjadi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir secara tidak langsung mengubah perilaku dan kebiasaan manusia dalam menggunakan jasa layanan tertentu, khususnya jasa transportasi khusus dalam bentuk aplikasi ojek atau taksi online.

Penggunaan aplikasi yang memudahkan para pengguna jasa layanan ojek ini telah menjadi sebuah “gebrakan” besar ketika Go-Jek Indonesia pertama kali muncul di Indonesia. Dalam waktu kurang lebih 2 (dua) tahun perusahaan ini menjalankan bisnis operasionalnya, tidak lama kemudian satu per satu perusahaan startup dengan konsep bisnis kurang lebih sama mulai bermunculan. Beberapa nama aplikasi layanan transportasi online lain, seperti: Uber, Grab, dan A-Trans juga untuk saat ini turut menghiasi persaingan bisnisnya di Indonesia.

Perubahan perilaku dan kebiasaan masyarakat pengguna jasa layanan ini tidak bisa ditentang secara frontal karena keinginan perusahaan belum tentu sama dengan keinginan pengguna. Mungkin sebelum melanjutkan membaca tulisan ini, kawan-kawan bisa membaca terlebih dahulu tulisan Blogger Borneo sebelumnya yang berjudul 3 Alasan Utama Gojek Pontianak Cepat Berkembang di Pontianak. 🙂

IKUT BERTRANSFORMASI ATAU KETINGGALAN

Blogger Borneo sudah memperkirakan tulisan ini nantinya akan memunculkan pro dan kontra tergantung dari sudut pandang mana kawan-kawan membacanya. Jika ditanya menggunakan sudut pandang mana, Blogger Borneo tentu saja membuat tulisan ini dari sudut pandang pengguna karena setiap berada di Jakarta selalu menjadikan aplikasi transportasi online ini sebagai pilihan utama. Sekarang bagaimana dengan Pontianak, apakah keberadaan aplikasi ini sudah menjadi kebutuhan? Mungkin jika dilihat dari jumlah driver yang beredar di kawasan kota Pontianak dan sekitarnya, tidak perlulah lagi pertanyaan diatas dijawab.

Entah masih ada keterkaitan atau tidak, ternyata sehari setelah tulisan mengenai 3 Alasan Utama Gojek Pontianak Cepat Berkembang di Pontianak, spanduk “peringatan” tersebut langsung muncul. Dan di halaman depan salah satu media cetak Pontianak juga mengangkat pemberitaan mengenai masalah yang sama. Ya mungkin disini pihak pemerintah daerah sebagai salah satu stakeholder harus mencari jalan tengah untuk memfasilitasi kekuatiran para pengusaha ojek konvensional lokal ini. Jangan sampai hanya gara-gara persaingan bisnis seperti ini malah akan membuat iklim bisnis di Pontianak menjadi kurang sehat.

Di satu sisi kita sudah bisa melihat secara jelas sejelas jelasnya bagaimana kemunculan aplikasi transportasi online ini sudah cukup memberikan dampak positif karena telah menyediakan lapangan usaha baru bagi kawan-kawan di Pontianak. Di sisi lain kita juga bisa melihat para penggunanya semakin lama semakin bertambah. Seharusnya sebagai pemilik usaha kita harus melihat keberadaan aplikasi-aplikasi ini sebagai sebuah tantangan dan direspon secara positif. Dalam era transformasi digital saat sekarang hanya akan ada dua pilihan, yaitu: ikut bertransformasi atau ketinggalan sama sekali.

Jangan pula hanya karena melihat beberapa diantara kawan-kawan kita melamar dan bergabung menjadi drivernya maka akan membuat kita memusuhi mereka??? Silahkan dicermati dan dipahami sendiri maknanya. (DW)

Sumber Gambar:

  • https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10155358273442367&set=pcb.10155358325622367&type=3&theater

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

CommentLuv badge