best counter
Blogger Borneo News
Opini

Sumpah Pemuda 1928, Cikal Bakal Lahirnya Sumpah Pemuda Era Baru

Sumpah Pemuda 1928, Cikal Bakal Lahirnya Sumpah Pemuda Era Baru

Hari ini, tepatnya 84 tahun yang lalu, ikrar Sumpah Pemuda 1928 dikumandangkan. Pada saat itu, Sumpah Pemuda menjadi cikal bakal lahirnya bangsa Indonesia dimana 17 tahun setelah Sumpah Pemuda diikrarkan, bangsa Indonesia memperoleh kemerdekaannya. Para tokoh pemuda perwakilan dari masing-masing daerah turut menjadi bagian dalam penyelenggaraan Kongres Sumpah Pemuda yang dilaksanakan di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat (saat ini telah menjadi Museum Sumpah Pemuda). Sebut saja beberapa diantaranya: Soegondo Djojopoespito (PPPI), R.M. Djoko Marsaid (Jong Java), Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond), Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond), Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond), R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia), Senduk (Jong Celebes), Johanes Leimena (Yong Ambon), dan Rochjani Soe’oed (Pemoeda Kaoem Betawi).

Ada satu fenomena menarik bagaimana setelah 84 tahun merdeka, para pemuda Indonesia berupaya untuk melakukan penyesuaian terhadap isi dari Sumpah Pemuda tersebut. Mungkin dalam hati mereka berpendapat bahwa dengan berubahnya kondisi zaman maka isi dari Sumpah Pemuda 1928 juga harus disesuaikan. Saya sendiri pernah diundang untuk menghadiri kegiatan Indonesia Young Change Summit 2012 di Bandung bulan Februari lalu. Disini untuk pertama kalinya saya mendengar ikrar Sumpah Pemuda versi baru dibacakan. Istilah keren untuk ikrar ini adalah Sumpah Pemuda 2.0.

Gambar diatas merupakan salah satu ikrar Sumpah Pemuda versi baru juga yaitu  Sumpah Pemuda Anti Korupsi. Ikrar ini dibuat dan dikumandangkan oleh para pemuda Indonesia demi memberikan dukungan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar selalu dapat komitmen dengan tugas mulianya meskipun tekanan dan cercaan selalu datang bertubi-tubi. Dalam ikrar versi baru ini pada setiap pasalnya masing-masing ditambahkan kalimat: Yang Bersih dari Korupsi, Yang Benci pada Koruptor, dan Yang Anti Korupsi.

Setelah itu masih ada lagi satu ikrar Sumpah Pemuda versi baru yang dikumandangkan para pemuda Indonesia pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2012. Dengan mengambil tempat di Bundaran HI Jakarta, mereka mengumandangkan ikrar Sumpah Pemuda 1928 ditambah dengan dua poin lagi yaitu berideologi satu ideologi Pancasila, serta bersatu untuk tekad mengembalikan konstitusi kepada UUD 1945 teks yang asli. Pada aksi ini dihadiri oleh ratusan pemuda dari berbagai elemen dan latar belakang organisasi.

Secara keseluruhan, dengan bermunculannya ikrar-ikrar Sumpah Pemuda Era Baru ini sepertinya para pemuda Indonesia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa mereka ingin dan akan membuat sebuah perubahan. Munculnya kasus-kasus korupsi disegala tingkatan,  terjadinya tawuran pelajar dan kelompok masyarakat dimana-mana, hingga semakin rendahnya tingkat kesejahteraan rakyat telah memberikan indikasi bahwa bangsa ini sedang sakit. Satu catatan yang dapat kita ambil dari lahirnya Sumpah Pemuda 1928 adalah kemerdekaan Indonesia terjadi karena semangat pergerakan para pemuda. Oleh karena itu, jika ingin menyembuhkan bangsa ini maka yang harus mengambil peranan adalah para pemuda. Generasi sekarang adalah calon pemimpin bangsa nanti, buatlah sebuah perubahan dan berikan yang terbaik bagi Ibu Pertiwi. (DW)

Sumber Gambar:

  • http://www.lensaindonesia.com/2012/10/28/anak-anak-muda-kampanye-berantas-korupsi-dukung-kpk.html

Sumber Referensi:

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Sumpah_Pemuda
  • http://www.investor.co.id/home/ratusan-pemuda-ikrarkan-sumpah-pemuda-2012/47691

1,352 total views, 12 views today

Komentar via Facebook

Komentar

View Comments (4)

4 Comments

  1. ndop

    30/10/2012 at 9:21 AM

    ketauan banget ya penyakit di Indonesia ini adalah korupsi. Semoga mereka akan ditelan zaman dan generasi setelah mereka adalah generasi yg bersih dari korupsi.. aamiin.. .

    • Dwi Wahyudi

      30/10/2012 at 11:54 AM

      Iya Bro, untuk saat ini penyakit korupsi memang tengah menyerang dan menggerogoti pelan-pelan Ibu Pertiwi. Kalau tidak diberantas cepat dikuatirkan semakin lama penyakit tersebut akan semakin menyebar dan menulari seluruh generasi muda Indonesia. Lakukan sekarang atau jangan pernah berharap Indonesia akan menjadi bangsa yang maju. Dan tidak dapat dipungkiri bahwa generasi sekarang adalah kunci dari berhasil tidaknya usaha pemberantasan tersebut. Tetap semangat kawan… :-)

  2. Tina Latief

    31/10/2012 at 7:14 AM

    ikut juga ya mas? :)
    saya kemarin baru baca narablognya :)

    • Dwi Wahyudi

      31/10/2012 at 7:30 PM

      Ngga sempat ikutan Sis, habisnya jauh sih di Jakarta. Hehehehe…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Opini
@BloggerBorneo

Blogger Borneo News merupakan media online independen yang berisikan informasi seputar Kalimantan Barat, liputan khusus, dan review produk terbaru. Bagi yang berminat produknya direview bisa melihat syarat dan ketentuan di halaman LAYANAN .

More in Opini

Logo MMM Indonesia

Promosi MMM Semakin Gencar, Masyarakat Harus Tetap Waspada

Dwi Wahyudi10/04/2015
Tingkah Aneh Foto Selfie dengan Nisan Kuburan

Fenomena Baru Berselfie Ria Bersama Nisan Kuburan

Dwi Wahyudi31/03/2015
Kominfo dan BNPT Blokir 19 Situs Islam

19 Situs Islam Diblokir Kominfo dan BNPT, Ada Apa Gerangan?

Dwi Wahyudi30/03/2015
Menteri Agraria dan Tata Ruang Era Jokowi

Menteri Agraria Dianggap Plin Plan Terkait PBB, Ini Klarifikasinya

Dwi Wahyudi28/03/2015
Sertifikasi Halal Tempat Kuliner

Pentingnya Sertifikasi Halal bagi Lokasi Kuliner Khas di Pontianak

Dwi Wahyudi28/03/2015
Taman Alun Pontianak Menjelang Malam

Alasan Blogger Borneo Tak Suka Jakarta

Dwi Wahyudi03/02/2015