Sekilas Mengenai Bali Democracy Forum

Bali Democracy Forum (BDF) merupakan even tahunan yang secara rutin diselenggarakan di Bali, Indonesia. Negara Indonesia menjadi pelopor terbentuknya forum demokrasi antar negara-negara Asia Pasifik ini. Sejak tahun 2008, BDF telah melaksanakan lima kali penyelenggaraan. Forum ini dibentuk dengan tujuan ingin mempromosikan sekaligus menyatukan konsep-konsep pembangunan demokrasi di masing-masing negara kawasan Asia Pasifik. Dengan menggunakan prinsip berbagi pengalaman dan praktek, setiap negara diharapkan dapat memberikan kontribusi dan saling berkerjasama dalam penerapan hasil forum ini karena yang ikut serta dalam forum ini adalah para pengambil keputusan di negaranya.

Menurut pandangan Indonesia, demokrasi tidak hanya bercerita tentang kesuksesan suatu proses pemilihan umum kepala pemerintahan. Demokrasi perlu diperkuat dan menjadi dasar pada tiap-tiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merupakan salah satu wujud nyata dari konsep filosofi demokrasi sesungguhnya. Oleh karena itu, pengenalan mengenai konsep demokrasi khususnya kepada negara-negara kawasan Asia telah menjadi bagian dalam kebijakan luar negeri Indonesia.

Indonesia menitikberatkan pentingnya demokrasi harus dibangun pada negara-negara kawasan berdasarkan atas beberapa prinsip utama, antara lain:

  1. Demokrasi tidak dapat dipaksakan dari luar. Tiap-tiap pembangunan kenegaraan harus diawali dari pengalaman tumbuh dan berkembang bersama. Dibangun atas dasar kebangsaan, sejarah berdirinya negara, hingga kondisi budaya yang dimiliki.
  2. Ini merupakan hal mendesak bagi perkumpulan negara-negara di dunia. Tanpa melihat daya tarik ideologis dan kesamaan sistem politik, untuk saling belajar satu sama lain dalam menyempurnakan sistem pemerintahan mereka sehingga dapat memberikan pelayanan untuk mencapai tujuan yang lebih besar yaitu kemakmuran dan kedamaian. Proses dengan belajar timbal balik dan berbagi dari pengalaman merupakan sifat alami dari konsep demokrasi sebagai satu faktor pemersatu.

Dalam pelaksanaannya, BDF bertujuan untuk mendirikan dan memelihara sebuah forum bersama negara-negara Asia yang mempromosikan pembangunan sistem kenegaraan melalui dialog dan bantuan kerjasama dibidang penguatan nilai demokratis dan pengembangan institusi demokratis. BDF juga memulai dan memfasilitasi proses pembelajaran dan saling berbagi dari pengalaman sebagai salah satu strategi menuju ke arah perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di suatu wilayah. Obyektif itu dibangun dalam suatu platform untuk memberikan dukungan timbal balik dan bantuan kerjasama dalam konteks demokrasi bangunan dan institusi kenegaraan.

BDF yang merupakan acara tahunan di tingkat Menteri Luar Negeri kini juga menjadi tempat bagi tokoh-tokoh berpengaruh dan terkemuka lainnya. Negara-negara peserta BDF adalah mereka yang menganggap diri mereka sebagai negara demokratis atau bercita-cita untuk menjadi lebih demokratis di kawasan Asia-Pasifik. Bali Democracy Forum juga dihadiri oleh pengamat dari negara-negara kawasan Afrika, Eropa dan Amerika.

Negara-negara Peserta Bali Democracy Forum:

Indonesia, Afghanistan, Armenia, Australia, Azerbaijan, Bahrain, Bangladesh, Bhutan, Brunei Darussalam, Kamboja, Cina, Kepulauan Fiji, Georgia, India, Iran, Irak, Jepang, Yordania, Kazakhstan, Kiribati, Republik Korea, Kuwait, Kirgizstan, Lao PDR, Lebanon, Malaysia, Maladewa, Mongolia, Myanmar, Nepal, Selandia Baru, Oman, Pakistan, Palau, Palestina, Papua Nugini, Filipina, Qatar, Rusia, Arab Saudi, Singapura, Kepulauan Solomon, Sri Lanka, Tajikistan, Thailand, Tonga, Timor Leste, Turki, Turkmenistan, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, Vanuatu, Viet Nam, Yaman.

Negara-negara Pengamat Bali Democracy Forum:

Aljazair, Argentina, Austria, Belgia, Bosnia, Brasil, Bulgaria, Kanada, Kolombia, Chili, Kroasia, Kuba, Siprus, Republik Ceko, Denmark, Ekuador, Mesir, Estonia, Ethiopia, Komisi Eropa, Finlandia, Perancis, Jerman, Ghana, Yunani Hungaria, Italia, Kenya, Latvia, Libya, Lithuania, Macedonia, Madagaskar, Mauritania, Mauritius, Meksiko, Maroko, Mozambik, Namibia, Nigeria, Belanda, Norwegia, Peru, Polandia, Portugal, Rumania, Senegal, Serbia, Somalia, South Afrika, Slowakia, Slovenia, Spanyol, Sudan, Suriname, Swedia, Swiss, Tanzania, Tunisia, Ukraina, Inggris, Amerika Serikat, Venezuela, Zimbabwe, Sekjen PBB, Komisi Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Sekretariat ASEAN, ICRC, Forum Kepulauan Pasifik Sekretariat, Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Perwakilan, UNDP Regional UNDP Country Representative, ADB Indonesia, dan Bank Dunia Indonesia.

Sumber Referensi:

  • http://bdf.kemlu.go.id/

Sumber Gambar:

  • http://bdf.kemlu.go.id/

You might also like More from author

Comments

Proses...