Pro Kontra Dibalik Pemberian Nama Jembatan Pak Kasih Tayan

Tepat pada tanggal 22 Maret 2016, sekitar jam 14.15 WIB, Presiden Jokowi beserta rombongan mendarat di Jembatan Tayan, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Jadwal kedatangan rombongan kepresidenan ini sempat meleset beberapa jam dari agenda kunjungan Presiden Jokowi yang telah dipublikasikan oleh BloggerBorneo.Com di pagi harinya. Hal ini dikarenakan jadwal keberangkatan rombongan kepresidenan baru bertolak dari Jakarta sekitar jam 13.00, mundur kurang lebih 2 jam dari jadwal sebelumnya. Meski begitu, di lokasi peresmian sudah menunggu jajaran pemerintah daerah dan warga masyarakat sekitar yang antusias menyambut kedatangan orang nomor satu di Republik Indonesia ini.

Jembatan Pak Kasih, Nama Baru untuk Jembatan Tayan

Beberapa saat setelah rombongan kepresidenan tiba dan beristirahat sejenak di lokasi peresmian jembatan Tayan, Presiden Jokowi didampingi Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis, MH. melakukan prosesi peresmian secara simbolis. Tampak juga Wakil Gubernur, Christiandy Sanjaya dan Bupati Kabupaten Sanggau berada diantara rombongan kepresidenan.

Jembatan Pak Kasih Tayan Kalimantan Barat
Jembatan Pak Kasih Tayan Kalimantan Barat (Sumber: SkyScraperCity.Com)

Ada satu hal menarik terjadi ketika prosesi peresmian jembatan Tayan ini berlangsung, hal ini terkait dengan pemberian nama khusus untuk jembatan terpanjang di Kalimantan ini. Setelah sebelumnya tidak pernah di-sounding mengenai nama apa yang akan diberikan, Gubernur Cornelis menyebut Jembatan Pak Kasih adalah nama barunya. Nama ini pun langsung mendapat persetujuan dari Presiden Jokowi.

Siapakah Pak Kasih?

Sontak begitu nama Jembatan Pak Kasih secara resmi dipilih dan digunakan, berbagai macam pro kontra pun langsung bermunculan terutama dari para netizen yang membaca informasi ini melalui media sosial maupun portal berita online yang ada.

Salah satu komentar muncul dari salah seorang pengguna facebook bernama Natalius Abidin, Beliau ini merupakan salah seorang pemuda asli kelahiran Tayan yang lokasi domisilinya tidak begitu jauh dari Jembatan Pak Kasih Tayan. Melalui status yang ditulis di halaman akun facebooknya, Natalius mempertanyakan kenapa nama Pak Kasih yang dipilih. Padahal sebenarnya dari Tayan sendiri memiliki beberapa nama pahlawan atau pejuang lokal yang menurutnya lebih relevan untuk digunakan, seperti: Tayan, Toba, Meliau, Balai, dan Sosok (TTMBS).

Komentar Natalius Abidin Mengenai Penamaan Jembatan Pak Kasih Tayan

Karena Blogger Borneo juga jadi ikutan kepo dengan terjadinya pro kontra ini, maka Blogger Borneo mencoba mencari referensi sendiri mengenai nama Pak Kasih ini. Sebenarnya di kota Pontianak sendiri nama Pak Kasih telah digunakan sebagai nama salah satu ruas jalan yang letaknya berada di depan Pelabuhan Pontianak. Hanya saja mungkin karena selama ini tidak ada satu orangpun yang mempermasalahkan atas penamaan jalan tersebut maka sampai detik ini belum ada yang memprotes keputusan tersebut. Namun begitu nama Pak Kasih disematkan untuk nama jembatan yang terletak di Kecamatan Tayan, Kabupaten Sanggau, ternyata banyak yang memprotesnya. Jadi, mari sekarang kita cari sumber referensi yang ada. 🙂

Jalan Pak Kasih Pontianak

Alhamdulillah salah satu referensi mengenai nama Pak Kasih Blogger Borneo peroleh melalui salah satu laman website Kalbariana.Web.Id yang berjudul “Gugur di Hadapan Regu Tembak Pejuang Kemerdekaan Kalbar“. Di dalam postingan tersebut, nama Panglima Pak Kasih disebut sebagai salah satu diantara 22 orang pejuang yang meninggal dalam pertempuran hebat di Sidas pada tanggal 29 Oktober 1946. Sedangkan di sumber referensi lain yang didapatkan melalui salah satu laman pemberitaan Aktualita.Co, Selasa (22.03/2016), diketahui Pak Kasih merupakan salah seorang pejuang kemerdekaan yang berasal dari Kampung Pancur Sengah Temila. Bersama dengan Bardan Nadi menjadi pemimpin di Laskas Gerakan Rakyat Merdeka (Geram). Laskar ini bahkan tidak segan untuk melakukan berbagai serangan ke tangsi Belanda dan salah satu yang paling sukses adalah serangan mereka.

Sebenarnya dari dua referensi yang disebutkan diatas, sepertinya nama Pak Kasih memang sengaja dipilih karena dianggap sebagai salah satu pejuang kemerdekaan dari Kalimantan Barat. Oleh karena itu sepertinya terjadinya pro kontra mengenai pemberian nama Jembatan Pak Kasih Tayan tidaklah perlu diperpanjang lagi. Toh namanya juga sudah disematkan ketika proses peresmian secara simbolis dilakukan oleh Presiden Jokowi. Mungkin diantara para pembaca memiliki alasan berbeda? Silahkan berkomentar secara santun dan cerdas di bawah ini… (DW)

Sumber Referensi:

  • http://www.aktualita.co/pak-kasih-tokoh-dayak-yang-diabadikan-nama-jembatan-terpanjang-di-kalimantan/9326/
  • http://www.kalbariana.web.id/gugur-di-hadapan-regu-tembak-pejuang-kemerdekaan-kalbar/

You might also like More from author

Comments

Proses...