Perbedaan Lisensi OEM, OLP, dan FPP

Dalam dunia teknologi informasi, khususnya dibidang perangkat lunak (software) kita mengenal istilah lisensi aplikasi terkait dengan penggunaan software tersebut. Lisensi software ini dibuat demi menjaga hak paten pihak pengembang aplikasi (developer) dari resiko penggunaan aplikasi secara ilegal (aplikasi bajakan). Beberapa developer besar yang memiliki hak paten terhadap produk software ciptaannya meliputi: Microsoft, Apple, AutoCad, Adobe, DreamWeaver, dan lain-lain.

Untuk perusahaan pengembang aplikasi sistem operasi seperti Microsoft, ada beberapa jenis lisensi yang digunakan di Indonesia, antara lain:

1. Lisensi OEM

OEM merupakan singkatan dari Original Equipment Manufacturing. Lisensi ini hanya bisa digunakan satu kali dan sistemnya melekat kepada perangkat keras (hardware) yang digunakan ketika menginstal aplikasi tersebut. Biasanya hardware utama yang dideteksi adalah motherboard, jadi lisensi OEM akan berlaku selama motherboard tersebut masih bisa digunakan. Kelebihan penggunaan lisensi OEM adalah harganya lebih murah dan banyak dijual di pasaran. Bentuk identifikasi terhadap lisensi OEM adalah adanya stiker Certificate of Authenticity (COA) dan harus ditempel di komputer atau laptop dimana aplikasi tersebut terinstal.

2. Lisensi OLP

OLP merupakan singkatan dari Open License Program. Lisensi ini diberikan kepada perusahaan menengah dengan jumlah penggunaan komputer kurang dari 250 unit. Konsep lisensi ini memberikan kemudahan bagi perusahaan-perusahaan menengah kebawah dalam menyediakan teknologi terbaru dari Microsoft yang sesuai dengan kebutuhan dan prosedur pengadaan yang diinginkan. Untuk pemesanan lisensi OLP harus menyertakan data-data perusahaan terlebih dahulu dan dibutuhkan waktu kurang lebih 2–3 minggu. Nantinya perusahaan akan diberikan 1 keping CD instalasi aplikasi sistem operasi yang akan digunakan.

3. Lisensi FPP

FPP merupakan singkatan dari Full Product Package. Lisensi ini melekat langsung ke pemilik perusahaan atau diri pribadi. Jadi kita hanya perlu sekali membeli lisensi FPP dimana masa berlaku lisensi selama-lamanya, cuma dengan catatan bukti identifikasi kepemilikan lisensi tidak boleh hilang. Karena sifatnya hanya perlu melakukan satu kali pembelian dan bisa diinstal di hardware lain jika mengalami kerusakan maka harga paket lisensi ini juga lebih mahal diatas lisensi OEM.

Nah, demikian sedikit tulisan dari saya mengenai perbedaan lisensi OEM, OLP, dan FPP. Semoga bisa bermanfaat bagi siapa saja yang memerlukan. (DW)

Sumber Gambar:

  • http://dapsoft.blogspot.com/2012/04/jenis-jenis-lisensi-software-yang-harus.html
  • http://it-tanacsado.hu/microsoft-licensz-licenc-oem-olp-sa-ovs-open/

Sumber Referensi:

  • http://www.webopedia.com/TERM/O/OEM.html
  • http://www.microsoft.com/licensing/programs/open/default.mspx
  • http://www.microsoft.com/licensing/programs/sa/saolsleacompare.mspx

You might also like More from author

Comments

Proses...