Negara Ini Kaya, Namun Hanya Milik Segelintir Orang

NEGARA INI NGAPAIN?

Baru saja terkuak ada tabungan 84 orang Indonesia di Swiss senilai lebih dari Rp 2.000 trilyun, lalu kini terkuak lagi kekayaan 2000 orang Indonesia senilai Rp 11.400 trilyun yang berbentuk aset bergerak dan tak bergerak di Panama. Ya Allah…!

Jumlah ini akan menjadi luar biasa kalau ditambah aset orang Indonesia yang ada di Singapura yang diperkirakan sebesar Rp 4.000 trilyun. Belum termasuk yang disimpan/ diinvestasikan di negara-negara lain. Seandainya ada Rp 3 trilyun saja yang tak terdeteksi maka total kekayaan 3000 keluarga nusantara kita yang tak bergerak di luar negeri kira-kira Rp 20.000 trilyun.

Seberapa besar kekayaan sebesar itu? Oke silahkan dibandingkan, APBN Indonesia setahunnya Rp 2 ribu trilyun. Berarti nilai aset 3000an keluarga nusantara itu 10 kali lipatnya. Anggaran yang dikeluarkan setiap tahun untuk sekitar 4.5 juta pns sekitar Rp 350 T per tahun, berarti uang miliki 3000an orang warga nusantara itu bisa menggaji PNS, termasuk guru dan tenaga medis, selama 57 tahun. Kalau ditanamkan untuk investasi dalam bidang industri, katakannlah sebesar Djaroem Group yang punya aset Rp 200 T dan punya tenaga kerja langsung sekitar 75 ribu orang, maka kekayaan milik 3000 warga negara NKRI ini bisa menghidupkan 7.5 juta pekerja dan jika masing masing pekerja punya 4 anggota keluarga maka akan bisa menghidupi sekitar 30 juta jiwa setiap bulan dan sepanjang umur perusahaan. Besar sekali ternyata 20.000 T itu! Astagfirullah!

Sementara ada 7,4 juta keluarga kita yang menjadi pengangguran, lalu sekitar 200 ribu orang rakyat indonesia yang sebagian perempuan terpaksa jadi pembantu di Malaysia, 84 ribu di Taiwan, dan ratusan ribu lain menjadi pembantu atau tenaga kerja informal di negara-negara arab. Lalu karena polri perlu mengalokasikan aparat terlatihnya kemudian menerima bantuan hanya senilai Rp 1,2 T dari AS untuk menyiksa dan membunuh rakyatnya sendiri lewat isue teroris yang tak memiliki akar sejarahnya di Nusantara. Dan mereka yang mempertahankan kewarasannya dengan berupaya turut serta mengelola tanah dan air negerinya dilahan milik nenek moyangnya lalu ditangkap, diadili bahkan disiksa atas tuduhan mengganggu kepentingan anggota keluarga nusantara lainnya yang sudah terlebih dahulu kaya raya. Ya Rabbi…!

Negara Ini Kaya, Namun Hanya Milik Segelintir Orang
Negara Ini Kaya, Namun Hanya Milik Segelintir Orang (Sumber: Kompasiana.Com)

Saya sangat yakin kerakusan sebagian kecil anggota keluarga nusantara ini karena negara memberikan kesempatan, jalan dan fasilitas kepada mereka. Tak mungkin kerakusan yang keterlaluan seperti itu terjadi begitu saja. Tak mungkin!

Tak mungkin kayu yang diambil dari hutan, minyak dan gas yang disedot, batu bara, biji besi, emas dan perak yang ditambang atau duit negara yang diambil tanpa sepengetahuan aparat negara. Sungguh Tak mungkin!

Lalu negara ini ngapain aja…masak orang miskin dibiarin, pengangguran dicuekin, petani dan nelayan diabaikan, industri tanah air malah dihancurin? Pemuda cemerlang dibiarkan nungging di pojok-pojok pasar kumuh, dan anak-anak kecil dibiarin ngemil asupan penuh racun?

Sebenarnya saya tak hendak marah dengan kerakusan pemimpin kita mengelola rumah nusantara ini. Tapi jika saya tak marah, saya merasa kurang waras. Kurang sehat akal fikirannya. Oleh karena itu lebih baik saya dianggap orang yang kurang ajar dan tidak beretika karena marah daripada menjadi orang gila. Maka saya memilih marah saja. Oke ijinkan saya marah sekarang…

Bismillahirrahmannirrahiim…

Brengsek kalian!
Hantu buduk kalian!
Tikus kurap, setan keparat kalian semua!

Oke, gitu aja. Insyaallah saya lebih rela disebut ga punya etika daripada dicap sebagai orang gila. Dan ketahuilah kawan, 30 tahun orde baru + 18 tahun reformasi orang-orang tak waras masih mengelola dan mengendalikan rumah besar nusantara ini!

—***—
BungBen, Ptk 9/4/16

You might also like More from author

Comments

Proses...