Opini

Menyingkap Makna Ramadhan yang Penuh Berkah

Menyingkap Makna Ramadhan yang Penuh Berkah

Alhamdulillah pada hari ini kita masih diberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita masih dapat merasakan indah dan nikmatnya bulan RAMADHAN yang penuh berkah. Bulan puasa atau yang lebih dikenal dengan RAMADHAN merupakan salah satu diantara sekian banyak bulan menurut penanggalan hijriah dimana seluruh umat Islam diberikan “tantangan” untuk dapat melewati masa menahan hawa nafsu sebelum bisa memperoleh sebuah KEMENANGAN BESAR di hari yang penuh fitri. Seluruh umat muslim tentunya tahu mengenai bulan RAMADHAN ini, namun saya yakin diantara semuanya ada sebagian yang sampai detik ini belum mengerti mengenai makna RAMADHAN yang sesungguhnya.

Sebelumnya kita patut bangga menyaksikan semangat beribadah yang timbul saat bulan RAMADHAN tiba, namun dalam kebanggaan tersebut kita lebih patut lagi bersedih karena fenomena yang ada adalah seakan-akan masyarakat kita menyembah RAMADHAN dan bukan menyembah SANG PENCIPTANYA. Kenapa dapat dikatakan demikian?? Coba kita perhatikan situasi masjid ketika bulan RAMADHAN, luar biasa penuh sesak oleh para jemaah yang ingin melaksanakan sholat tarawih secara berjemaah. Belum lagi senandung-senandung ayat Al-Qur’an mengalun indah ditengah indahnya malam RAMADHAN yang dipenuhi bintang-bintang banyak kita dengar begitu suasana RAMADHAN menyapa. Namun, begitu RAMADHAN selesai dan hari raya nan fitri telah dilewati, semuanya seakan berlalu begitu saja. Masjid kembali menjadi sepi ditinggalkan oleh para jemaahnya, senandung-senandung Al-Qur’an juga mulai hilang karena tidak ada lagi yang melantunkannya. Mungkin masih ada beberapa orang saja yang mengerti dengan makna RAMADHAN sehingga meskipun bulan yang penuh berkah itu telah lewat, spirit RAMADHAN nya masih terus ada.

RAMADHAN adalah sebuah kata yang terbentuk dari lima huruf, dan setiap hurufnya memiliki makna tertentu yaitu : Ra : rahmat (rahmat Allah), Mim : maghfirah (ampunan Allah), Dhod : Dhommanun li al jannah (jaminan untuk menggapai surga), Alif : Amaanun min an nar (terhindar dari neraka) Nun : Nurullahi al Azizi al Hakim al Ghofuuri ar Rahiim (cahaya dari Allah swt yang maha kuasa dan bijaksana, maha pengampun dan pengasih). Saat kita telaah makna yang terkandung dalam kata RAMADHAN tersebut kita akan semakin meyakini bahwa datangnya bulan RAMADHAN adalah membawa sebuah keberkahan dari Allah SWT untuk kita sebagai hamba-Nya. Hal ini sesuai sabda Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya yang artinya : dari Abi Hurairoh RA, bahwasanya nabi Muhammad SAW berkata saat Ramadhan telah tiba: telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, pada bulan tersebut engkau diwajibkan berpuasa dan dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka dan syaitan-syaihan di belenggu, dalam bulan tersebut ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barang siapa yang tidak mampu mendapatkan kebaikan bulan RAMADHAN tersebut maka haramlah baginya surga. Riwayat Ahmad, an Nasa’i, dan Baihaqi.

Dari hadits di atas terdapat kaitan yang sangat erat dengan bulan RAMADHAN itu sendiri, rahmat dan magfirah adalah dua sisi yang sangat erat bagaikan dua sisi pada uang logam yang tak terpisahkan, disaat Allah SWT menurunkan rahmat-Nya maka maghfirah-Nyapun turun mengiringi, demikian juga sebaliknya. Ketika rahmat Allah SWT yang diiringi oleh maghfirah-Nya ini telah mengalir maka jaminan mendapatkan surga dan terhindar dari neraka telah menanti. Namun hal ini semua hanya bisa didapat ketika kita bisa mendapatkan Nur Illahi yang maha Agung dan Bijaksana, maha Pengampun dan Pengasih. Jadi rangkaian huruf dari kata Ramadhan ini adalah sebuah pemaparan yang sangat jelas dalam proses perjalanan mendapatkan kebahagiaan.

Seolah RAMADHAN membisikkan makna Rahmat dan Magfirah Allah SWT yang pasti berbuah jaminan untuk masuk surga dan terhindar dari api neraka hanya bisa diraih dengan cara mengikuti cahaya bimbingan dari Allah SWT. Allah SWT berfirman : Barang siapa yang tidak diberi cahaya oleh Allah SWT tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun. Alquran : an Nur 40. Dan cahaya tersebut adalah Al-Qur’an yang Cahaya (Allah SWT) turunkan kepada Cahaya (Muhammad saw) di bulan RAMADHAN yang penuh cahaya ini.

“Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an : artinya “Wahai orang-orang yang beriman telah datang kepada kalian petunjuk dan kami turunkan kepada kalian cahaya (Al-Qur’an) yang memberikan penjelasan. Al-Qur’an : an Nisa 174″

Kaitan ini sangatlah jelas di paparkan oleh Rasulullah SAW. dalam sebuah haditsnya, Beliau bersabda : artinya Al-Qur’an dan puasa memberikan syafaat kepada hamba yang berpuasa pada hari kiamat, puasa berkata, wahai Tuhan, aku telah mencegahnya dari makan dan syahwat maka jadikanlah aku syafaat baginya, dan Al-Qur’an berkata, wahai Tuhan aku mengakibatkanya tidak tidur waktu malam maka jadikanlah aku syafaat baginya maka keduanya menjadi syafaat. Riwayat Ahmad, Tibrani, Hakim berkata Shohih dalam kategori imam Muslim.

Mari kita isi RAMADHAN ini dengan mencintai Al-Qur’an yang merupakan mukjizat terbesar sepanjang zaman, di kagumi para ilmuwan, disambut gembira para cendikiawan, orientalis murni tunduk penuh kekaguman, diterima setiap lapisan dan membacanya tak akan bosan, membaca, mempelajari, menelaah, dan mengaplikasikannya adalah sebuah amal kebajikan. Dengan kecintaan ini kita harapkan bisa meraih nilai lebih dari bulan RAMADHAN ini yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya, artinya Barang siapa berpuasa RAMADHAN disertai keimanan dan dan ihtisaban (karena Allah dan hanya mengharap pahala dari-Nya) maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Al hadits riwayat Bukhori, Muslim, Tirmizie dan Nasa’i.

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Hurairoh, Beliau bersabda, artinya : barang siapa “qiyam” melaksanakan Ibadah, sholat dll) dalam bulan RAMADHAN disertai keimanan dan ihtisaban (karena Allah SWT dan hanya mengharap pahala dari-Nya maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Al Hadits diriwayat Bukhori dan Muslim.

RAMADHAN yang penuh berkah ini bukanlah sebuah pemberian gratis dari Allah SWT, justru sebaliknya adalah sebuah hutang yang kita pinjam dengan jaminan yang sangat mahal, yaitu berkurangnya umur sebanyak satu tahun. Semoga Allah SWT senantiasa menerima semua amal ibadah kita dan mudah-mudahan tulisan ini dapat membangkitkan semangat beribadah kita sekalian sehingga membuka peluang bagi terwujudnya Indonesia yang lebih baik, lebih aman, lebih adil dan lebih sejahtera. Dan itu baru akan terwujud jika bangsa ini yang mayoritasnya adalah umat Islam kembali kepada Syariat Allah SWT. (Disarikan dari berbagai sumber)

245 total views, 18 views today

Komentar via Facebook

Komentar

Opini
@BloggerBorneo

Blogger Borneo News merupakan media online independen yang berisikan informasi seputar Kalimantan Barat, liputan khusus, dan review produk terbaru. Bagi yang berminat produknya direview bisa melihat syarat dan ketentuan di halaman LAYANAN .

More in Opini

Logo MMM Indonesia

Promosi MMM Semakin Gencar, Masyarakat Harus Tetap Waspada

Dwi Wahyudi10/04/2015
Tingkah Aneh Foto Selfie dengan Nisan Kuburan

Fenomena Baru Berselfie Ria Bersama Nisan Kuburan

Dwi Wahyudi31/03/2015
Kominfo dan BNPT Blokir 19 Situs Islam

19 Situs Islam Diblokir Kominfo dan BNPT, Ada Apa Gerangan?

Dwi Wahyudi30/03/2015
Menteri Agraria dan Tata Ruang Era Jokowi

Menteri Agraria Dianggap Plin Plan Terkait PBB, Ini Klarifikasinya

Dwi Wahyudi28/03/2015
Sertifikasi Halal Tempat Kuliner

Pentingnya Sertifikasi Halal bagi Lokasi Kuliner Khas di Pontianak

Dwi Wahyudi28/03/2015
Taman Alun Pontianak Menjelang Malam

Alasan Blogger Borneo Tak Suka Jakarta

Dwi Wahyudi03/02/2015