Menghadiri Kegiatan Focus Discussion Group ICT Watch 2011 di Jakarta

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat kesempatan untuk menghadiri kegiatan yang diselenggarakan oleh ICT Watch yaitu Focus Discussion Group Internet Sehat. Sebenarnya kegiatan ini sudah diselenggarakan sekitar 2 bulan yang lalu, cuma karena saya baru menerima DVD yang berisikan materi dan hasil dokumentasinya maka tulisannya baru bisa saya buat sekarang. Hehehehe… Oke, sekarang kembali ke pokok cerita. Topik utama yang menjadi fokus diskusi bersama disini adalah mengenai pembahasan mengenai Kode Etik Online. Jadi dari setiap perwakilan daerah diundang secara khusus ke Jakarta dimana kegiatannya berlangsung selama satu hari penuh dan dilaksanakan di Hotel Harris Tebet Jakarta Selatan.

Seperti yang kita ketahui bahwa blogger tidak bisa disamakan dengan jurnalis. Memang jika dilihat sekilas aktivitas yang dilakukannya sama yaitu menulis, namun blogger tidak memiliki keterikatan dengan sebuah ikatan tertentu. Beda halnya dengan jurnalis yang segala tindak tanduknya harus sesuai dengan Kode Etik Asosiasi Jurnalistik Indonesia (AJI). Oleh karena itu, penting kiranya dilakukan dibuat “aturan” bagi para blogger dalam bentuk Kode Etik Online.

Kebetulan saya agak terlambat datang dikarenakan terkendala dengan jadwal penerbangan, padatnya lalu lintas udara Pontianak ke Jakarta memaksa saya memperoleh tiket penerbangan pertama (first flight) pada hari diselenggarakannya kegiatan. Begitu sampai dilokasi, ternyata ruangan pertemuan sudah dipenuhi oleh para peserta dari berbagai perwakilan. Beberapa wajah sudah tidak tampak asing lagi bagi saya karena kami sudah saling mengenal dan bertemu pada event-event lain sebelumnya.

Tampak didepan sudah ada pembicara yang merupakan perwakilan dari Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) yaitu Mas Sigit Widodo. Mungkin diantara teman-teman masih ada yang belum tahu mengenai apa itu PANDI serta peran sertanya seperti apa. Jadi secara umum, PANDI adalah sebuah lembaga atau institusi yang bertugas untuk mengurusi segala proses pembuatan dan administrasi domain khusus milik Indonesia. Yang termasuk dalam domain Indonesia meliputi: co.id (perusahaan), web.id (pribadi), ac.id (institusi pendidikan tinggi atau akademi), or.id (organisasi), go.id (pemerintahan), net.id (usaha telekomunikasi), mil.id (militer), dan sch.id (institusi pendidikan sekolah). Jadi sebenarnya kita sudah bisa memiliki nama domain Indonesia, cuma karena sosialisasi dan pengetahuan masyarakat umumnya belum terlalu paham maka gaungnya masih belum terdengar.

Presentasi berikutnya dilanjutkan dengan menghadirkan perwakilan Google untuk kawasan Asia Pasifik, disini diberikan pemaparan mengenai gaya dan metode pencarian yang umumnya dilakukan oleh para pengguna internet di kawasan Asia Pasifik pada umumnya serta Indonesia khususnya. Ternyata setelah ditelurusi masih banyak para pengguna internet di Indonesia yang belum beretika dalam memanfaatkan media online yang ada. Selain itu, Indonesia juga masuk sebagai salah satu negara pengakses konten negatif terbesar di dunia. Sungguh luar biasa… Kalau sudah seperti ini, edukasi gencar mengenai pemanfaatan media online untuk hal yang positif, bermanfaat, dan tentunya sehat telah menjadi sebuah HARGA MATI.

Pak Nukman Lutfhie menjadi pemateri ketiga, pasti diantara teman-teman sudah tahu kan siapa sosok yang biasa nongol di acara-acara televisi khususnya yang membahas mengenai social media dan dunia online. Pada kesempatan ini, beliau membawakan materi yang berjudul Etika 2.0. Ada salah satu topik yang menurut saya menarik ketika beliau menerangkan mengenai konsep tangga social media dimana ternyata blogger masuk dalam kasta tertinggi karena peran sertanya sebagai pembuat content. Dalam dunia online, tidak akan ada sebuah informasi jika tidak ada yang memasukkannya. Disini blogger yang biasa membuat content dalam bentuk tulisan, foto, video, dan lain sebagainya dianggap memiliki keistimewaan dalam mengisi ruang maya yang sangat luas. Jadi bagi teman-teman yang merasa blogger, boleh agak sedikit “membusungkan dada” dengan pernyataan pemerhati dunia social media Indonesia ini :-).

Suasana serius tapi santai sungguh terasa selama kegiatan berlangsung, adapun Kang Onno W. Purbo menjadi aktor dibelakang semua ini. Pembawaannya yang santai membuat suasana selama acara sesi siang berjalan cair, tidak kaku seperti acara seminar kebanyakan. Hal ini membuat para peserta tidak merasa bahwa kegiatan tersebut terasa membosankan dan melelahkan karena sebenarnya masih ada satu agenda kegiatan lagi yang akan dilaksanakan di waktu malam yaitu diskusi kelompok antar peserta. Ya bisa dibilang sebenarnya ini adalah agenda acara intinya karena sesuai dengan maksud dan tujuan awal dari penyelenggaraan acara ini yaitu membuat draft acuan kode etik online di Indonesia. Nah, karena sesi seminar telah selesai maka kepada setiap peserta diberi kesempatan untuk beristirahat sambil menunggu jadwal acara selanjutnya. (DW)

You might also like More from author

Comments

Proses...