best counter
Blogger Borneo News
Info Pontianak

Mengenang Kembali Tragedi Mandor Berdarah

Mengenang Kembali Tragedi Mandor Berdarah

Pada tahun 1943-1944 di Kalimantan Barat, tepatnya di daerah Mandor telah terjadi satu peristiwa yang sangat memilukan yaitu pembantaian terhadap sekitar 21.037 orang yang sebagian besar berasal dari kalangan kerajaan, tokoh masyarakat, dan kaum cendekiawan Kalimantan Barat. Pembantaian ini dilakukan oleh tentara Jepang (Dai Nippon) yang pada saat itu menjajah negeri khatulistiwaku tercinta. Jumlah korban tersebut sampai saat ini masih menjadi tanda tanya tersendiri bagi sebagian orang karena menurut saksi mata pembantaian yang masih hidup saat ini yaitu Yamamoto (Kepala Kempetai pada saat itu), korban pembantaian pada saat itu bisa mencapai sekitar 50.000 orang.

Menurut informasi dari bukti sejarah yang masih tersisa yaitu Surat Kabar Borneo Sinbun terbitan 1 Juli 1944, disebutkan ada sekitar 48 tokoh-tokoh yang disebut sebagai kepala-kepala komplotan yang sedang mempersiapkan rencana untuk menggerakkan perlawanan bawah tanah terhadap pasukan Jepang yang ada di Kalimantan Barat. Pada tanggal 28 Juni 1944, kesemua tokoh-tokoh tersebut beserta sanak keluarganya ikut dibawa ke suatu tempat yang sampai saat ini belum diketahui persis dimana dan dihukum mati dengan ditembak.

Pinggiran kota Mandor, sebuah kota kecil yang letaknya sekitar 88 kilometer dari kota Pontianak menjadi salah satu lokasi penguburan massal sebagian besar korban-korban pembantaian tersebut. Beberapa nama yang menjadi korban disini, antara lain: Sultan Kerajaan Pontianak Syarif Muhammad Alqadrie (74) beserta kedua puteranya yaitu Pangeran Adipati (31) dan Pangeran Agung (26), JE Patiasina (51), Ng Nyiap Sun (40), Lumban Pea (43), dan korban-korban lain yang tak dapat disebutkan satu persatu disini. Kesemua korban tersebut menjadi salah satu bukti kebiadaban tentara Jepang (Dai Nippon) yang sejak 1942-1945 menjajah Kalimantan Barat.

Tiga puluh tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 28 Juni 1977 pemerintah daerah Kalimantan Barat meresmikan sebuah monumen perjuangan yang diberi nama Makam Juang Mandor. Monumen ini dibuat sebagai salah satu bentuk pengabdian pemerintah daerah Kalimantan Barat terhadap jasa-jasa para pahlawan daerahnya. Selain itu agar dapat menjadi cerminan generasi muda saat ini mengenai nilai-nilai kepahlawanan dan patriotik yang jika diperhatikan lambat laun semakin sirna seiring dengan perkembangan jaman.

Jika kita lihat dalam agenda peringatan hari besar nasional, Tragedi Mandor Berdarah tidak masuk dalam daftar tersebut. Tidak tahu kenapa, apakah karena lokasinya yang terpencil atau karena jumlah korbannya yang masih kurang banyak sehingga tidak terdeteksi oleh pemerintah pusat. Oleh karena itu, pemerintah daerah Kalimantan Barat mengambil kebijakan yang menetapkan bahwa setiap tanggal 28 Juni akan diperingati sebagai Hari Berkabung Daerah dimana semua pihak diwajibkan untuk menaikkan bendera setengah tiang sebagai salah satu bentuk penghormatan terhadap para pahlawan daerah yang telah gugur. (Diambil dari berbagai sumber)

769 total views, 27 views today

Komentar via Facebook

Komentar

View Comments (1)

1 Comment

  1. Pingback: Sekilas Mengenal Sultan Hamid II Tokoh Pergerakan Kalimantan Barat | Blogger Borneo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Info Pontianak
@BloggerBorneo

Blogger Borneo News merupakan media online independen yang berisikan informasi seputar Kalimantan Barat, liputan khusus, dan review produk terbaru. Bagi yang berminat produknya direview bisa melihat syarat dan ketentuan di halaman LAYANAN .

More in Info Pontianak

Kondisi Kaisar Patimura Tergenang Tinggi

Kaisar Patimura Terendam, Bukti Drainase Kota Pontianak Tersumbat

Dwi Wahyudi09/05/2015
Pemandangan Alam Bawah Laut Pulau Karimata

Festival Karimata 2015, Persiapan Menuju Sail Karimata 2016

Dwi Wahyudi05/05/2015
ASUS Zenfone 2 Launch Event

3 Blogger Pontianak Hadir di ASUS Zenfone 2 Launch Event

Dwi Wahyudi22/04/2015
kecubung ungu

6 Jenis Batu Akik Khas Kalimantan Barat

Priyadi Anderson16/04/2015
Stut Meteran Listrik PLN Dicabut

3 Bulan Stut Meteran Listrik Rumah Dicabut, Harus Melapor Siapa?

Dwi Wahyudi14/04/2015
Istana Kerajaan Kadriyah Pontianak

Kado Kecil untuk Pontianak, Persembahan Terbaik dari Anak Negeri

Dwi Wahyudi06/04/2015