Mengenal Pontianak sebagai Kota Bersinar, Kota Khatulistiwa, dan Kota Seribu Parit

Selamat Datang di Pontianak Kota Bersinar, kalimat ini dapat dilihat secara jelas ketika Blogger Borneo sehari-harinya melewati gerbang batas wilayah antara Kabupaten Kubu Raya dengan Kota Pontianak Kalimantan Barat. Entah sudah berapa lama kalimat ini terpampang disana Blogger Borneo sudah lupa, yang pasti kalimat ini ada sejak gerbang perbatasan tersebut dibangun dan didirikan.

Sama halnya seperti kota-kota di provinsi lain yang memiliki slogan, Pemerintah Kota Pontianak juga menjadikan kalimat PONTIANAK KOTA BERSINAR sebagai slogan. Adapun kepanjangan dari BERSINAR adalah Bersih, Sehat, Indah, Aman, dan Ramah. Ternyata selain dikenal sebagai Kota Bersinar, Pontianak juga dikenal sebagai Kota Khatulistiwa dan Kota Seribu Parit.

PONTIANAK KOTA BERSINAR

Sebagai salah satu provinsi yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia dan sangat dekat dengan Brunei Darussalam dan Singapura, kota Pontianak jaman dulu setiap tahunnya selalu mengalami perkembangan. Dan jika diperhatikan, dalam kurun waktu hampir satu dasawarsa terakhir, kota yang menjadi ibukota provinsi Kalimantan Barat ini telah menjadi pusat perdagangan barang dan jasa nasional maupun internasional.

Pontianak Kota Bersinar
Selamat Datang di Pontianak Kota Bersinar (Sumber: ericopieter.blogspot.com)

Tentunya keberhasilan ini tidak terlepas dari peran Wali Kota Pontianak, Bapak Sutarmidji, yang telah memimpin selama dua periode berturut-turut. Insya Allah dua tahun kemudian, ketika masa jabatannya berakhir, Bapak Sutarmidji akan maju sebagai salah seorang Calon Gubernur Kalbar 2018. Semoga saja siapa saja yang akan menjadi pengganti dapat melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan Beliau. Amin…

PONTIANAK KOTA KHATULISTIWA

Beberapa waktu lalu Blogger Borneo mendapat kunjungan dari salah seorang sahabat dari Inggris. Adapun tujuannya datang pertama kalinya ke kota Pontianak sekarang untuk melihat secara langsung potensi usaha apa yang bisa dikembangkan di negara asalnya.

Turis dari Inggris Datang Berkunjung ke Tugu Khatulistiwa Pontianak
Turis dari Inggris Datang Berkunjung ke Tugu Khatulistiwa Pontianak (Sumber: Dok. Pribadi)

Selama kurang lebih empat hari di kota Pontianak panas, saya mengantar Beliau berkeliling untuk berkunjung ke beberapa lokasi para pelaku UMKM di Pontianak. Alhamdulillah dari beberapa lokasi, Beliau membawa beberapa sampel produk, yaitu: Teh Aloevera, Kopi Luwak Kalimantan, Teh Daun Sukun, Selai Asam Maram, Beras Merah, dan Stik Talas.

Di sela-sela kunjungannye ke kota yang memiliki slogan Pontianak Kota Bersinar ini, Blogger Borneo mengajak Beliau untuk melihat beberapa obyek wisata yang cukup terkenal, yaitu: Istana Kadriah, Masjid Jami’, dan Tugu Khatulistiwa. Khusus untuk obyek wisata yang terakhir disebutkan, Beliau merasa senang dan tidak percaya jika pada akhirnya bisa berada di kota Pontianak. 🙂

Hanya ada 12 negara di dunia yang dilintasi garis khatulistiwa. Namun hanya ada 1 kota yang persis memisahkan belahan bumi utara dan selatan, yakni Pontianak. Anda tepat di titik tersebut saat mengunjungi Tugu Khatulistiwa.

Tugu Khatulistiwa terletak di Jalan Khatulistiwa, Pontianak, Kalimantan Barat. Inilah garis lintang nol derajat bumi, garis yang tepat membelah bumi bagian selatan dan bagian utara. Tugu yang asli, berukuran lebih kecil, terdapat di dalam komplek bangunan Tugu Khatulistiwa berukuran besar.

PONTIANAK KOTA SERIBU PARIT

Selain dilintasi oleh garis khatulistiwa, kota Pontianak 2016 juga dilintasi oleh sungai terpanjang di Indonesia yaitu Sungai Kapuas. Jika dilihat dari sudut pandang geografi dalam bentuk luas, Kalimantan Barat memiliki tiga Daerah Aliran Sungai (DAS) yang selama ini telah menjadi bagian dari urat nadi kehidupan masyarakat. Ketiga DAS ini semuanya bermuara di laut.

Ketiga DAS yang dimaksud, antara lain:

  1. DAS Kapuas, membentang dari Kabupaten Kapuas Hulu sampai ke Kota Pontianak yang melintasi 5 kabupaten lainnya (Kabupaten Sintang, Melawi, Sekadau, Sanggau, Landak, dan Mempawah);
  2. DAS Sambas, membentang di Kabupaten Sambas;
  3. DAS Pawan, membentang di Kabupaten Ketapang.
Peta Sub Daerah Aliran Sungai di Kalimantan Barat
Peta Sub Daerah Aliran Sungai di Kalimantan Barat (Sumber: KapuasBasin.Wordpress.Com)

Khusus di kota Pontianak sendiri, karena menjadi muara akhir dari DAS Kapuas sendiri maka secara tidak langsung akan terbentuk anak-anak sungai yang jumlahnya bisa mencapai ribuan. Oleh masyarakat setempat, aliran anak-anak sungai ini dikenal sebagai parit.

Menurut cerita dari orang-orang tua dulu, masyarakat di kota Pontianak umumnya masih mengandalkan sungai atau parit sebagai jalur transportasi sehari-hari. Kondisi ini masih dapat dilihat melalui dokumentasi-dokumentasi jaman dulu yang tersimpan rapi di Perpustakaan Daerah Provinsi Kalimantan Barat. Sedangkan untuk saat ini, begitu pesatnya pertumbuhan manusia dan bangunan menyebabkan banyak sungai-sungai diperkecil ukurannya dan parit-parit pada ditutup.

Sebenarnya secara personal Blogger Borneo melihat kondisi ini cukup merasa miris karena jika memang mau dikelola dan dikembangkan sejak dulu, mungkin untuk saat sekarang Pontianak bisa menjadi “Venice” nya Indonesia.

BACA JUGA: ASAL USUL NAMA PONTIANAK, BUKAN HANYA SEKEDAR KOTA KUNTILANAK

Jika kita bicara mengenai asal usul nama Pontianak berdasarkan hasil pencarian di mesin pencari, umumnya informasi yang muncul adalah nama kota Pontianak berasal dari hantu pontianak atau hantu kuntilanak. Padahal setelah dikaji oleh salah seorang penulis di Kalimantan Barat yaitu Bang Ahmad DZ melalui salah satu buku karangannya berjudul Pontianak Heritage, ada beberapa sudut pandang lain terkait penamaan ini. Kalau Blogger Borneo sendiri lebih suka dengan istilah Pontianak Kota Bersinar karena dilintasi garis khatulistiwa dan dialiri ribuan anak sungai atau lebih familiar disebut sebagai parit. (DW)

Sumber Referensi:

  • https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_julukan_kota_di_Indonesia
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Pontianak
  • https://kapuasbasin.wordpress.com/2010/07/17/kondisi-umum-das-kapuas/

You might also like More from author

Comments

Proses...