Mengambil Manfaat dari Manajemen Rumah Makan Padang

Mungkin diantara kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Rumah Makan Padang. Sebuah tempat makan yang umumnya memiliki bentuk atap membumbung seperti atap rumah gadang, dengan cita rasa masakan yang lezat, disertai dengan kebersihan lingkungan dan pelayanan yang cepat saji menjadi ciri khas dari tempat makan ini. Segelas teh hangat tawar sudah tentu akan menjadi penawar dahaga kita setelah perut ini terasa kenyang terisi oleh potongan-potongan daging rendang yang sedap. Hhmmm… itulah yang dapat kita gambarkan dari sebuah Rumah Makan Padang. Tidak salah kan sedikit prolog dari saya tersebut???.

Oke, itu kalau kita lihat kelebihan Rumah Makan Padang dilihat dari sisi kualitas makanan, tingkat kebersihan, dan jangka waktu pelayanan yang diberikan. Sebenarnya masih ada satu poin positif lagi yang dapat kita peroleh, atau kalau bisa kita tiru dari Rumah Makan Padang yaitu manajemen yang diterapkan menggunakan sistem bagi hasil atau dalam istilah islamnya dikenal dengan nama sistem syariah.

Hhhmmm… Saya sendiri baru tahu mengenai hal tersebut. Selama ini kita dengar dimana-mana konsep syariah sedang giat-giatnya digalakkan. Mulai dari lembaga keuangan bank maupun non bank saat ini mulai melirik konsep syariah yang dianggap dapat memberikan manfaat bagi semua umat. Kita tidak sadar bahwa Rumah Makan Padang sendiri telah menerapkan konsep syariah ini lebih dulu dalam sistem manajemen yang digunakan.

Mungkin itu salah satu alasan kenapa rata-rata Rumah Makan Padang yang ada disekeliling kita lebih cepat terkenal dan laris manis, ya karena apa yang mereka lakukan semuanya membawa berkah, baik berkah bagi si pemilik maupun berkah bagi si karyawannya. Tidak bakalan ada yang dikecewakan disini, masing-masing pihak memiliki motivasi yang sama yaitu bisa maju dan berkembang. Si karyawan akan merasa lebih bersemangat jika melihat penjualannya semakin banyak karena bagi hasilnya juga akan banyak, sedangkan bagi si pemilik ya otomatis akan merasa senang juga karena keuntungannya akan semakin bertambah.

Jangan takut untuk rugi, mungkin ungkapan demikian bisa ditujukan bagi sebagian “pengusaha licik” yang demi mengejar keuntungannya tega memperlakukan karyawannya seperti sapi perah. Siang malam tenaganya dipakai namun gaji yang diberikan masih dibawah standar Upah Minimun Regional (UMR). Kalau target penjualan tidak terpenuhi, bisa hanya memaki-maki seolah-olah karyawan kita tersebut tida berguna. Sekedar ingin memberi masukan terutama bagi para pengusaha yang ada di Kalimantan Barat. Jika ingin usahanya lebih maju dan berkembang, tirulah manajemen yang digunakan Rumah Makan Padang. Dengan konsep bagi hasil (syariah), Insya Allah semuanya akan membawa berkah bagi kita semua. Aminn… (DW)

You might also like More from author

Comments

Proses...