Membedah Komponen Rongsokan Penyokong Lengan Besi Tawan Iron Man Indonesia

Iron Man Indonesia, istilah ini langsung melekat ke sosok I Wayan Sumardana ketika beberapa waktu lalu pemberitaan mengenai lengan besi buatannya dipublikasikan secara luas oleh media-media sosial maupun elektronik di Indonesia. Dalam waktu singkat, pemberitaan ini langsung menyebar secara luas dan menjadi pusat perhatian para netizen dan berbagai pihak. Dari hasil pengamatan Blogger Borneo melalui akun-akun media sosial yang dimiliki, reaksi pro dan kontra menghiasi munculnya pemberitaan ini. Di satu sisi sebagian besar netizen menganggap kisah ini hanyalah bagian dari sebuah kebohongan, sedangkan disisi lain ada juga netizen yang menganggap pemberitaan ini benar adanya.

Sebagai salah seorang yang awam dengan bidang ini, Blogger Borneo juga tidak berani berkomentar dan menganalisa terlalu dalam. Memang secara pribadi Blogger Borneo sempat beranggapan bahwa ungkapan Tawan, demikian Beliau akrab dipanggil, ketika mengatakan bahwa prototype lengan besi buatannya tersebut menggunakan kontrol pikiran adalah sebuah kemustahilan. Secara sederhana Blogger Borneo berpikir jika seorang Tawan saja bisa membuat prototype teknologi seperti itu, bagaimana dengan para doktor dan profesor di Indonesia yang sampai detik ini ternyata belum bisa menciptakannya.

TAWAN IRON MAN INDONESIA

Mungkin jika sumber tenaga dari lengan besi buatan Tawan Iron Man Indonesia tersebut berasal dari pergerakan kinetik, baterai, atau aki sepertinya penemuan ini bisa lebih terlihat masuk akal. Lha ini sumber tenaganya berasal dari kontrol pikiran dimana begitu membaca pemberitaan ini bayangan Blogger Borneo langsung tertuju ke salah seorang sosok fiksi didalam film X-Men yaitu Profesor X. Dalam hati Blogger Borneo bertanya-tanya, apakah teknologi ini memang sulit untuk diwujudkan sehingga para doktor maupun profesor di Indonesia belum bisa menciptakannya ataukah memang sebenarnya konsepnya cukup sederhana sehingga tidak terpikirkan oleh mereka. Silahkan berasumsi sendiri… 🙂

Dari salah satu laman pemberitaan di CNNIndonesia.Com, Blogger Borneo dapat melihat secara jelas gambaran mengenai spare part penyokong dari lengan besi buatan Tawan tersebut dimana keseluruhannya ternyata diambil dari barang-barang rongsokan yang tidak terpakai lagi. Wow, satu poin plus lagi bagi Tawan Iron Man Indonesia.

Komponen Rongsokan di Lengan Tawan Iron Man Indonesia

Secara keseluruhan, prototype lengan besi buatan Tawan Iron Man Indonesia terbagi menjadi 3 (tiga) bagian utama, yaitu: Kepala, Lengan Atas, Lengan Bawah, dan Belakang.

BAGIAN KEPALA

Khusus di bagian kepala, Tawan menggunakan sensor otak EEG Electroencephalography Lie Detector seharga 4,7 juta rupiah. Pada bagian ini terdapat 8 kabel yang masing-masing dibagi menjadi 4 bagian (2 kabel per bagian). Per bagian digunakan untuk menggerakaan ke atas, ke bawah, maju, dan mundur.

BAGIAN LENGAN ATAS

Terdiri atas dua bagian, yaitu: Gir dan Dinamo. Gir diambil dari bekas printer Hewlett Packard (HP) dan Dinamo diambil dari tabung dispenser. Di dalam Dinamo terdapat Gir juga yang diambil dari antena remote TV dan Motor Penggerak diambil dari VCD dan DVD bekas.

BAGIAN LENGAN BAWAH

Terdiri atas 4 bagian, yaitu: Shockbreaker, Gir, Dinamo, dan Pipa Besi. Shockbreaker diambil dari sepeda motor Honda Supra, Gir didapat dari bekas starter motor tua, Dinamo merupakan comotan dari dinamo bekas mobil remote control besar mainan anak-anak, dan Pipa Besi berasal dari temuan di sungai.

BAGIAN BELAKANG

Terdiri atas 2 bagian, yaitu: Kotak PCB dari hardisk Western Digital dan Tabung dari tabung dispenser bekas yang kemudian diisi oli pelumas.

Untuk merakit semua komponen rongsokan ini, Tawan membutuhkan waktu pengerjaan kurang lebih 2 bulan dimana sejak pertama kali prototype dibuat sudah mengalami beberapa kali perubahan dari sisi alat penggeraknya.

Nah, setelah secara jelas kita membedah komponen rongsokan penyokong lengan besi Tawan Iron Man Indonesia ini kira-kira adakah satu kesimpulan yang dapat ditarik dari sini? Silahkan kawan-kawan memberikan komentar mengenai kesimpulannya masing-masing dibawah ini. (DW)

You might also like More from author

Comments

Proses...