Melirik Potensi Kota Pontianak dari Beberapa Sudut Pandang

Berbatasan langsung dengan perairan kepulauan Riau, posisi kota Pontianak sangat strategis sebagai pembuka jalan pertumbuhan ekonomi Indonesia bagian barat, selain Batam. Kota Khatulistiwa ini memiliki cukup syarat dengan potensi untuk kedepannya terus dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dalam skala Nasional.

Potensi tersebut meliputi sumber daya luas wilayah, potensi sumber daya alam termasuk pertambangan, kehutanan, dan sumberdaya perairan. Termasuk sumber daya perkebunan, industri pengolahan bahan mentah, industri pariwisata serta potensi lain yang berkaitan erat dengan bidang-bidang tersebut.

Pontianak dengan potensi besar dengan semua sumber daya diatas memiliki semua syarat untuk menjadi pilihan investor untuk menanamkan modalnya.

Beberapa sektor tersier masih mendominasi perekonomian kota Pontianak. Sektor tersier yang dimaksud meliputi Perdagangan, Pariwisata, Perhotelan dan Kuliner. Sektor ini memberi kontribusi sebesar 26% di tahun 2014 dan sedikit mengalami peningkatan pada tahun berikutnya.

Kawasan Jalan Tanjungpura Pontianak
Kawasan Jalan Tanjungpura Pontianak (Sumber: KoalisiSeni.Or.Id)

Dibawah kontribusi sektor tersier berturut-turut pemberi kontribusi perekonomian Pontianak adalah sektor Bangunan, Angkutan, Komunikasi, Keuangan, dan Sektor Jasa Perusahaan. Selain itu, turut memberi andil juga untuk Industri Pengolahan, Pertanian, dan yang terakhir adalah sektor Listrik dan Air.

Sektor jasa kembali menyumbangkan kontribusi yang terus mengalami peningkatan stabil setelah sektor bangunan. Dari tahun 2010 hingga penghujung tahun 2015, rata-rata pertumbuhan sektor jasa memberi kontribusi bagi perekonomian kota Pontianak sebesar 3,49 persen.

Pembangunan berkesinambungan yang telah dilaksanakan selama ini mampu memberikan sinyal perubahan bagi Kota Pontianak dari segi ekonomi maupun sosial. Dari segi ekonomi dicerminkan oleh peningkatan pendapatan perkapita yang diikuti dengan peningkatan laju pertumbuhan ekonomi setiap tahunnya.

Dari sisi investor, begitu banyaknya perusahaan-perusahaan besar maupun menengah yang berdiri memberi isyarat bahwa jumlah investasi di kota Pontianak mengalami peningkatan. Secara kasat mata, dengan adanya kehadiran para investor ini secara langsung akan berpengaruh kepada ketersediaan lapangan pekerjaan. Sedangkan peran yang lebih besar tentu saja mampu mendorong laju perekonomian daerah secara signifikan dan berkelanjutan.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah kehadiran para investor ini mampu membangkitkan sub-sub usaha lain sebagai penyedia kebutuhan perusahaan-perusahaan investor. Sebagai contoh sub usaha yang dimaksud adalah petani sebagai pihak penyedia bahan mentah hasil pertanian maupun perkebunan bagi perusahaan pengolahan makanan. Contoh lainnya, berdirinya hotel-hotel baru membuka peluang banyak sub usaha untuk membantu operasional hotel seperti furniture dan interior, pernak pernik souvenir hotel, dan lain-lain. Hal tersebut juga tidak menutup peluang sub usaha di bidang jasa. Sub usaha penyedia jasa guiding, jasa kost maupun penginapan, termasuk jasa penyewaan mobil di Pontianak.

Jasa rental mobil di Pontianak bukan hanya merupakan salah satu sub usaha penopang industri pariwisata. Melainkan juga menjadi mitra usaha perusahaan-perusahaan sektor lain, baik perusahaan penyedia produk riil maupun jasa. Mengingat kebanyakan kantor instansi pemerintah maupun swasta pada umumnya terbiasa lebih memilih rental mobil dibanding melakukan pembelian mobil baru untuk keperluan operasional perusahaan.

Selain beberapa sub usaha diatas terdapat pula unit usaha industri kecil yang tak bisa luput dari perhatian dan ikut memberi andil dalam perekonomian Kota Pontianak. Industri kecil ini merupakan jenis Industi hasil pertanian dan kehutanan. Dimana unit usaha terbanyak merupakan industri makanan ringan dan kerajinan anyaman. Unit usaha kecil ini banyak ditemukan di kelurahan Sungai Bangkong, juga ada di Tanjung Hulu, Pontianak Timur.

Sisi lain dari pertumbuhan ekonomi di kota Pontianak adalah adanya kendala beberapa faktor risiko penahan pertumbuhan ekonomi yang menjadi tantangan mendatang. Tantangan atau kendala tersebut meliputi tendensi ekonomi yang tumbuh tidak seoptimis perkiraan sebelumnya serta ketepatan waktu dalam hal penyelesaian realisasi proyek infrastruktur daerah.

Namun begitu, meskipun tantangan perekonomian baik domestik maupun pengaruh global turut membayangi, Pertumbuhan ekonomi Pontianak dan Kalimantan Barat pada umumnya diperkirakan tetap tumbuh positif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. (BP)

 

You might also like More from author

Comments

Proses...