Luncurkan PRS dan 3C, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng XL dan 2 Operator Telekomunikasi Lainnya

Dalam upaya menekan tunggakan iuran dan cegah peserta kena denda, BPJS Ketenagakerjaan baru-baru ini meluncurkan Payment Reminder System (PRS) dan Collection Call Center (3C).

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan baru-baru ini meluncurkan fitur baru yaitu Payment Reminder System (PRS) dan Collection Call Center (3C). Hal ini dilakukan demi memudahkan para peserta BPJS Ketenagakerjaan mendapatkan informasi mengenai jadwal pembayaran iuran kepesertaan.

PRS merupakan sistem informasi berbasis layanan pesan singkat (SMS) kepada para peserta yang berjalan secara otomatis dan terjadwal. Tujuannya tak lain untuk meminimalisir resiko terjadinya tunggakan pembayaran iuran bulanan oleh perusahaan karena petugas lupa melakukan pembayaran tepat waktu.

Menurut informasi dilansir dari halaman cetak Tribun Pontianak, Sabtu (25/02/2017), Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak, Muhyidin mengatakan bahwa layanan PRS berfungsi untuk membantu para peserta mengingat tenggat waktu pembayaran iuran bulanan sehingga kemungkinan terjadinya keterlambatan dapat diminimalisir.

Payment Reminder System BPJS Ketenagakerjaan
Sumber: KabarBisnis.Com

PAYMENT REMINDER SERVICE (PRS)

Muhyidin menambahkan, program ini juga telah mengakomodasi pelaporan melalui SMS. Jika sebelumnya perusahaan harus melaporkan data secara manual kepada BPJS Ketenagakerjaan, dengan fitur PRS perusahaan cukup membalas pesan yang diterima dengan format tertentu. Nantinya sistem akan secara otomatis melakukan pencatatan dan langsung membukukan ke dalam individual account sesuai data yang diterima.

“PRS merupakan fitur yang sangat efisien, murah, dan mudah. Cukup hanya dengan SMS maka perusahaan sudah bisa melakukan konfirmasi untuk proses rekonsiliasi otomatis”, jelas Muhyidin.

Sebenarnya layanan PRS ini sudah diluncurkan pada awal bulan Desember 2016, namun sampai saat ini masih dalam tahap sosialisasi. Mekanisme layanan PRS dilakukan setiap awal bulan. BPJS Ketenagakerjaan akan mengirim SMS kepada perusahaan peserta agar membayar iuran dengan jumlah yang tertera pada pesan terkirim. Setelah melakukan pembayaran iuran, khusus bagi perusahaan skala mikro dan kecil, pelaporan data akan langsung dilakukan secara otomatis setelah sms tersebut dibalas dengan format yang telah ditentukan.

BPJS Ketenagakerjaan akan terus mengembangkan layanan ini dan juga tetap akan selalu berusaha untuk mengembangkan inovasi-inovasi lainnya. Salah satu diantaranya yang sedang dikerjakan saat ini adalah fitur pembukuan otomatis bagi perusahaan skala menengah dan besar. Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga akan memperluas kerjasama dengan sejumlah operator telekomunikasi yang ada di Indonesia.

Hingga saat ini, BPJS Ketenagakerjaan sudah melakukan kerjasama dengan XL, Telkomsel, dan Indosat Ooredoo untuk mendukung layanan PRS. Diharapkan kedepannya, semua operator telekomunikasi di Indonesia bisa turut bekerjasama juga.

COLLECTION CALL CENTER (C3)

Selain fitur PRS, BPJS Ketenagakerjaan juga menghadirkan fitur C3. C3 merupakan fitur pendukung PRS dimana aktivitasnya adalah menghubungi para peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui telepon yang tujuannya menyapa peserta baru, menjelaskan manfaat program, hak dan kewajiban, serta mengingatkan pembayaran iuran sebelum jatuh tempo. Selain itu juga bisa sebagai pengingat tagihan jika masa pembayaran sudah melewati jatuh tempo.

Layanan 3C ini menurut Muhyidin akan menghindarkan kemungkinan peserta terkena denda karena terlambat membayar iuran bulanan. Dalam proses pengembangannya hingga saat ini, BPJS Ketenagakerjaan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada para peserta. Dan demi memberikan rasa nyaman kepada para peserta lama ataupun baru, BPJS Ketenagakerjaan akan terus melakukan proses komunikasi secara intensif. (ADV)

You might also like More from author

Comments

Proses...