BloggerBorneo.Com merupakan media blog yang mengulas mengenai bisnis online, review produk, liputan khusus, dan lowongan kerja.

Kisah Musa, Hafidz Qur’an Juara 3 MTQ Internasional 2016 di Mesir

Di tengah hiruk pikuk pemberitaan yang simpang siur dan tidak jelas arahnya karena rata-rata isinya saling menjatuhkan antara satu sama lain, satu informasi positif dan membahagiakan datang dari salah satu laman ChanelMuslim.Com, Kamis (14/04/2016). Di pemberitaan tersebut, Musa penghafal Al-Qur’an dari Indonesia berhasil memperoleh peringkat ketiga dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an Internasional ke 23 yang diselenggarakan di Mesir. Berbagai komentar dalam bentuk ucapan syukur pun langsung membanjiri status tersebut.

“Adapun diperlombaan kategori menghafal al-quran tingkat internasional di Mesir. Duduk diperingkat pertama Ala Muhammad (9 tahun) dari Provinsi Buhairah dengan nilai 98,58, selanjutnya di ikuti peringkat kedua Bilal Muhammad Sayyid (10 tahun) dan dilanjutkan dengan peringkat ketiga musa (7 tahun) dari indonesia dengan nilai 91,17.” demikian dikutip dan diterjemahkan oleh Facebook Al-Faqir dalam laman komentar status miliknya La Ode Abu Hanifa, Rabu (13/04/2016) pukul 22.55 Waktu Indonesia Barat (WIB). La Ode Abu Hanifa sendiri merupakan ayah kandung Musa.

SIAPAKAH MUSA?

Mungkin diantara kawan-kawan masih ada yang merasa asing dengan nama ini. Ya maklum saja, Musa bukanlah seorang artis atau penyanyi cilik yang wajahnya sering muncul di layar televisi atau media sosial. Musa hanyalah seorang anak kecil berusia 8 tahun yang tidak bisa berakting atau bernyanyi.

Musa Bersama Ayah Kandungnya Ketika Mengikuti MTQ Internasional 2016 di Mesir
Musa Bersama Ayah Kandungnya Ketika Mengikuti MTQ Internasional 2016 di Mesir (Sumber: ChanelMuslim.Com)

Musa pertama kali muncul dan mulai dikenal orang ketika mengikuti sekaligus menjadi juara dalam program Hafizh Indonesia yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun televisi swasta tahun 2014. Pada saat itu, Musa langsung menjadi pusat perhatian karena meski usianya baru menginjak 5,5 tahun namun telah mampu menghafal 29 juz dari total 30 juz Al-Qur’an.

REKAM JEJAK MUSA

Sebelum mengikuti MTQ Internasional 2016, anak cerdas kelahiran Bangka 8 tahun silam ini juga pernah diutus untuk mewakili Indonesia dalam perlombaan hafalan Al-Qur’an tingkat internasional di Jeddah, Arab Saudi. Disitu Musa menjadi peserta termuda dan mampu menduduki peringkat ke 12 dari total 25 orang peserta yang ikut lomba.

Pada bulan Agustus 2014, Musa dinobatkan sebagai Hafidz Al-Qur’an 30 Juz Termuda di Indonesia dan berhak memperoleh piagam penghargaan tingkat nasional oleh Museum Rekor Indonesia (MURI).

Dua tahun kemudian, tepatnya di bulan Maret 2016, Kementerian Agama Republik Indonesia memberikan amanah kepada Musa untuk mewakili Indonesia dalam MTQ Internasional di Mesir pada tanggal 10-14 April 2016. Alhamdulillah setelah melalui tahapan-tahapan yang tentunya tidak mudah, Musa mampu menempatkan dirinya di posisi tiga. Keseluruhan informasi mengenai proses Musa ketika mengikuti lomba dapat dilihat melalui akun media sosial milik ayah kandungnya.

Secara pribadi, Blogger Borneo merasa cukup terharu dengan prestasi internasional yang diperoleh Musa. Rasa bahagia bercampur iri Blogger Borneo tujukan kepada Sang Ayah kandung Musa, La Ode Abu Yamin yang telah berhasil mendidik anaknya menjadi Hafidz Qur’an di usia cukup muda. Semoga tulisan ini bisa menjadi motivasi tersendiri bagi Blogger Borneo dan tentu saja bagi para orang tua yang lain. Amin… Amin… Amin… Ya Rabb… (DW)

You might also like
2 Comments
  1. semak saman says

    malu dengan diri sendiri. dah berumur tapi cuma berapa surah sahaja mampu hafal.
    semak saman´s last blog post ..Semak Saman Trafik PDRM dan JPJ Online

Leave A Reply

Your email address will not be published.

CommentLuv badge