Kelilingopi De-Kupi, Momen Spesial Asiang dan Aming Bertemu dalam Satu Meja

Asiang dan Aming, mungkin kedua nama ini sudah cukup terkenal dan tidak asing lagi di telinga para penikmat kopi di kota Pontianak atau bahkan diluar Kalimantan Barat. Jangan pernah mengaku datang ke Pontianak sebelum menyempatkan hadir di warung kopi (warkop) milik kedua orang ini. Jika warkop Asiang berada di Jalan Merapi dan selalu buka sejak subuh hingga menjelang siang, maka warkop Aming berada di Jalan Haji Abbas dan selalu buka dari pagi hingga menjelang tengah malam.

Ada satu hal yang cukup menarik ketika Bang Dwi Bebeck, pemilik warkop De-Kupi yang terletak di kawasan Jalan Podomoro ini berusaha untuk mempertemukan kedua tokoh terkenal lintas generasi seperti Asiang dan Aming dalam satu meja dalam acara “Kelilingopi Coffee & Music Tour 1/Kopian” yang dilaksanakan pada hari Minggu, 28/08/2016 tadi malam.

Selain dua tokoh yang telah menjadi icon bagi para penikmat kopi di Pontianak ini, turut turut diundang juga Pak Edi Rusdi Kamtono pemilik brand Kopi Bang Edi sekaligus Wakil Walikota Pontianak dan Bang Indra Ae’ pemilik brand Kopi Wak Somet. Tidak lupa hadir juga Bang Ahmad S.DZ, seorang penulis buku sekaligus pemerhati kisah sejarah Kalimantan Barat.

Blogger Borneo baru tiba di lokasi acara ketika waktu telah menunjukkan pukul 9 malam, karena semua kursi di bagian dalam dan depan tampak penuh maka untuk sementara terpaksa harus mengambil posisi duduk paling belakang. Meski begitu, Blogger Borneo masih bisa tetap berkeliling untuk mencari posisi pas demi mendapatkan hasil jepretan foto kualitas terbaik yang diambil menggunakan kamera utama 13 megapixel dari ASUS Zenfone Selfie milik sendiri.

Diantara para pemilik warkop dan kawan-kawan yang hadir dalam acara tersebut, tampak duo gantenk blogger Pontianak sedang duduk manis di salah satu meja tersedia. Kedua blogger Pontianak tersebut adalah Teguh dan Edo (vokalis grup Nasyid Tazki Acapella). Gimana penampakan fotonya dibawah ini, memang ganteng kan Friends??? 😀

Duo Gantenk Blogger Pontianak
Duo Gantenk Blogger Pontianak, Teguh (Kiri) dan Edo (Tengah) Ketika Hadir dalam Acara Kelilingopi di Warkop De-Kupi, Minggu (28/08/2016) Malam.

Tak lama berselang, acara pun dimulai. Asiang mendapat kesempatan pertama untuk berbagi kisah dan pengalamannya dalam menjalankan usaha warung kopinya selama ini. Meski sudah bisa dianggap cukup senior dibanding pemilik warkop yang lain, ternyata Asiang merupakan generasi kedua penerus usaha milik orang tuanya. Proses re-generasi ini sendiri terjadi pada tahun 1958, wah kalau begitu usaha warkop milik Asiang sudah cukup lama banget lah ya.

Asiang menjelaskan bahwa selama ini kopi biji yang digunakan merupakan hasil produksi lokal Kalimantan Barat sendiri. Dirinya menyarankan bagi para pengusaha warkop lain agar menggunakan biji kopi sendiri, jangan beli dari luar karena itu secara tidak langsung akan memperkuat brand Pontianak Kota Ngopi. Selain dikenal sebagai warkop yang menggunakan biji kopi asli produksi lokal, Asiang juga dikenal karena memiliki kebiasaan unik yaitu tidak mengenakan baju ketika sedang membuat kopi. Menurutnya cita rasa semua kopi itu kurang lebih sama, yang membedakannya hanyalah nasib dan cara penyajian.

Lain kisah Asiang dengan Aming, meski sama-sama merupakan generasi kedua penerus usaha orang tuanya, namun Aming baru “mengakuisisi” usaha orang tuanya pada tahun 2012. Pada saat itu usaha yang dijalankan ayahnya hanyalah pembuatan tepung kopi. Karena Aming melihat pada saat itu prospek di bidang warkop masih cukup prospek karena masyarakat kota Pontianak memiliki kebiasaan untuk nongkrong dan ngopi, maka terbersit ide untuk mengembangkan bisnis awal orang tuanya.

Memang jika diperhatikan, usaha warkop yang dijalankan Aming setiap tahunnya sejak berdiri terus mengalami pertumbuhan dengan jumlah pengunjung semakin bertambah. Jika Asiang melakukan hal unik dengan tidak mengenakan baju ketika membuat kopi, maka Aming melakukan hal unik dengan memasukkan beberapa biji kopi dalam kopi yang disajikan. Hal ini sengaja dilakukan untuk menimbulkan rasa penasaran bagi para pelanggannya yang ingin mencicipi rasa kopi dalam versi original. Tinggal digigit biji kopinya, maka citarasa dan aroma kopi yang kuat akan langsung keluar dari bagian dalamnya.

Sekarang giliran Pak Edi yang beberapa waktu lalu baru saja meluncurkan brand Kopi Bang Edi. Bermula dari iseng, malah jadi kebablasan, mungkin istilah ini cocok diberikan kepada Pak Edi ketika mulai mencoba untuk menjalankan bisnis warung kopi. Dalam proses pembuatannya, Pak Edi sengaja memetik dan menggonseng sendiri biji kopi yang diperoleh dari kebun miliknya sendiri. Ada sekitar 63 batang pohon jenis Robusta tumbuh dan berkembang di areal kebun seluas 6 hektar tersebut. Menurut Pak Edi yang pada saat ini sedang menjabat sebagai Wakil Walikota Pontianak, dari beberapa kali pengalaman minum kopi di beberapa kota lain di Indonesia, kopi Pontianak tetap yang paling enak.

Di sela-sela suasana diskusi serius tapi santai dalam acara “Kelilingopi Coffee & Music Tour 1/Kopian” yang berlangsung tadi malam, Parsley dan Tasya Kenang menjadi pasangan pas dan mantab ketika membawakan tembang-tembang pilihan. Suasana malam itu pun langsung menjadi terasa meriah dan hangat dengan kehadiran dua sosok muda serta kreatif ini. Secara pribadi, Blogger Borneo sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Bang Dwi Bebeck dan kawan-kawan kreatif muda lainnya. Ya mungkin sudah kita ketahui bersama bahwa untuk mengundang seorang Asiang di waktu malam cukuplah sulit karena keesokan subuhnya sudah harus mempersiapkan semuanya. Akan tetapi, berkat kerja keras semua hal itu bisa dilakukan. Salut buat Bang Dwi Bebeck, top buat kawan-kawan kreatif semuanya. (DW)

You might also like More from author

Comments

Proses...