Katanya Internet Positif, Kok Iklannya Dating Sih???

Satu pemandangan unik namun sangat menyakitkan mata Blogger Borneo lihat ketika mencoba untuk berkunjung ke halaman website portal Islam yaitu www.eramuslim.com. Dalam proses akses masuknya, ternyata Blogger Borneo dibawa langsung ke halaman website Internet Positif. Tahu kan website Internet Positif itu apa? Ya itu lho, website direct dari website-website di Indonesia yang masuk dalam kategori diblokir. Karena dianggap telah melanggar aturan konten yang dibuat oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (KEMENKOMINFO) Republik Indonesia, maka website-website tersebut langsung dimasukkan dalam daftar blokir dimana ketika akan diakses maka halamannya akan langsung mengarah otomatis ke website Internet Positif.

Mungkin Anda akan mengira pemandangan unik namun sangat menyakitkan mata ada pada tampilan website www.eramuslim.com yang akan saya kunjungi, maaf perkiraan Anda salah. Justru pemandangan tersebut Blogger Borneo lihat ketika sedang berada di halaman website yang SECARA JELAS di header nya tertulis INTERNET POSITIF. Melihat kondisi ini ada dua kesimpulan yang bisa Blogger Borneo ambil, yaitu:

WEBSITE ERAMUSLIM.COM DIBLOKIR

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa halaman website Internet Positif akan muncul ketika para pengguna internet akan berkunjung ke sebuah website yang diblokir karena dianggap melanggar aturan konten dari KEMENKOMINFO. Jadi dalam hal ini berarti website Era Muslim sekarang masuk dalam daftar website yang diblokir lah ya? Padahal beberapa hari sebelumnya Blogger Borneo masih bisa mengaksesnya tanpa ada kendala apapun. Dan perasaan tidak ada konten-konten dalam website tersebut melanggar aturan konten yang telah ditentukan.

WEBSITE DAN TAMPILAN IKLAN TIDAK SESUAI

Tampilan Halaman Internet Positif
Tampilan Halaman Internet Positif (Sumber: http://internetpositif.uzone.id)

Coba perhatikan tampilan screenshot yang diambil pada halaman depan website Internet Positif. Apa yang ada di benak pikiran Anda begitu melihatnya? Yak… mungkin Anda bisa berpendapat melalui halaman komentar dibawah ini. Sedangkan secara pribadi, Blogger Borneo melihat pemandangan ini sebagai satu hal yang sangat bertentangan. Bagaimana bisa disisi lain Anda menyuruh orang lain untuk menggunakan internet secara positif tapi disisi lain brand positive tersebut Anda coreng sendiri dengan menampilkan iklan-iklan bersifat dating seperti ini.

Padahal secara jelas di bagian tengah tampilan website Internet Positif tersebut terdapat sebuat kalimat: “Situs Terlarang Tidak Dapat Diakses Melalui Jaringan karena Terindikasi Mengandung Salah Satu Unsur Pornografi, Judi, Phising, SARA, dan Proxy.” Sekarang yang menjadi pertanyaannya adalah sebenarnya siapa yang menampilkan konten mengandung unsur pornografi di halaman websitenya???.

Sebagai salah seorang aktivis Internet Sehat di Kalimantan Barat, Blogger Borneo melihat pemandangan ini sebagai sebuah hal yang lucu. Bagaimana bisa sebuah halaman website Internet Positif muncul tampilan iklan-iklan dating yang kecenderungannya akan menjurus ke hal-hal sifatnya mesum dan pornografi. Padahal sepengetahuan Blogger Borneo iklan-iklan seperti ini bisa diblokir agar tidak muncul di halaman website kita. Masa ngeblokir website lain bisa sedangkan ngeblokir iklan-iklan seperti itu tidak bisa. Hhhmmm…

Satu hal lagi, sejak website Internet Positif difungsikan hingga detik ini, ada satu hal yang Blogger Borneo ingin tanyakan. Ini mengenai kemunculan iklan-iklan di halaman utama website Internet Positif. Blogger Borneo berpendapat bahwa seharusnya website Internet Positif tidak boleh dipasang iklan karena sifatnya hanya sebagai direct website dari website-website yang diblokir. Lagipula website ini kan miliknya pemerintah atau BUMN, masa sampai harus segitunya “mengemis” penghasilan dari iklan-iklan yang muncul. Memangnya anggarannya kurang ya??? Ya semoga saja tulisan ini dapat menjadi masukan bagi siapa saja yang merasa, jika tidak diperdulikan pun anggap saja tulisan ini merupakan curahan uneg-uneg saya dalam bentuk tulisan. Salam Internet Sehat (DW)

You might also like More from author

Comments

Proses...