Kado Kecil untuk Pontianak, Persembahan Terbaik dari Anak Negeri

Sebuah persembahan terbaik dari anak negeri berjudul Kado Kecil untuk Pontianak baru saja dipublikasikan. Melalui produser sekaligus sutradaranya, Tezar Haldy menjelaskan bahwa video ini bercerita mengenai kisah seorang anak muda Melayu yang akan pergi merantau ke negeri seberang. Jalan cerita sengaja dikemas dengan memadukan unsur komedi dan penuh canda-candaan namun tetap tidak melupakan memasukkan unsur kebudayaan Melayu Pontianak didalamnya.

Menurut Tezar Haldy, ada dua hal utama yang ingin ditonjolkan melalui Kado Kecil untuk Pontianak, antara lain: gambaran mengenai perkembangan kota Pontianak dan kondisi kebudayaan Melayu saat ini. Oleh karena itu, di sepanjang jalan cerita beberapa ikon Pontianak, seperti: Masjid Jami’ Sultan Syarif Abdurrahman Al-Qadri, Tugu Degulis, Taman Alun Kapuas, dan Sungai Kapuas tampak dimunculkan. Selain mengambil lokasi syuting di Pontianak, video ini juga mengambil lokasi syuting di Kabupaten Mempawah.

“Namon ade satu ikon Kote Pontianak yang sangat disayangkan kami ndak bise masokkan, yaitu Istane Qadriyah. Saat itu istane maseh belom kondusif dan maseh tegang, sedangkan kamek haros syuting pade tanggal 19 Februari 2015, dikarenekan betepatan dengan tanggal merah yang merupekan kesempatan kawan-kawan laen bise libor kerje dan libor sekolah. Akhernye, pilehan saye bawa’ kawan-kawan berangkat ke Mempawah,” kata Tezar di Pontianak, seperti dikutip dari LenteraTimur.Com, Kamis (02/04/2015).

Proyek Kado Kecil untuk Pontianak ini sengaja dibuat Beliau dan kawan-kawan sebagai salah satu bentuk usaha untuk mempopulerkan kembali keberadaan musik Melayu di kalangan generasi muda Pontianak. Tidak dapat dipungkiri di era teknologi dan media sosial saat ini, secara tidak langsung musik-musik Melayu mulai tergerus jaman. Hal ini terjadi seiring semakin masifnya peredaran musik-musik beraliran barat di Kalimantan Barat khususnya.

Ketika ditanya mengenai adanya anggapan bahwa masyarakat Pontianak kurang mengapresiasi keberadaan musisi lokal daerah, secara tegas Beliau membantah.

“Sereng sekali kite dengar masyarakat Pontianak ni kurang mengapresiasi musisi lokal. Sebenarnye bukan masyarakat Pontianak yang ndak mengapresiasi, namon si musisinye yang kesuletan mengemas diri’ mereke, dari mulai audio, video, foto, hingge marketingnye, dengan baek. Di proyek Kado Kecil Untuk Pontianak inilah saye cobe mengaplikasikan itu semue,” ujar Tezar.

TIM PRODUKSI KADO KECIL UNTUK PONTIANAK

Produksi:

Haldream Studio

Lagu:

Sungai Kapuas, Ciptaan Paul Putra Frederick (Almarhum)

Produser, Sutradara, & Arranger:

Tezar Haldy

Pemusik Melayu:

Ikan Mas

Penari Melayu:

Nadia Sarosa

Penyanyi Melayu:

Viara Arenda

Pelawak Melayu:

Kamil Onte

Rapper Melayu:

Repek Corak Insang

Emak Sukep
Kak Yuni

Di akhir acara Tezar menambahkan bahwa selain bertujuan untuk mempopulerkan kembali musik Melayu Pontianak, Kado Kecil untuk Pontianak diharapkan juga dapat menjadi pengobat rasa rindu bagi para perantau Pontianak dimanapun berada. (DW)

You might also like More from author

Comments

Proses...