Jangan Pernah Lupakan Kalau PKI Itu Kejam, Berikut Penuturan Kisah dari 5 Orang Saksi Hidupnya

Kyai Ahyul Umam merupakan anak dari Kyai Soelaiman Zuhdi Afandi, korban kekejaman PKI yang dikubur hidup-hidup bersama 200 orang kyat, santri, dan masyarakat di sebuah sumur tua daerah Desa Soco. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1948.

Partai Komunis Indonesia (PKI) merupakan sebuah partai politik di Indonesia yang telah bubar. PKI adalah partai komunis non-penguasa terbesar di dunia setelah Rusia dan Tiongkok sebelum akhirnya PKI dihancurkan pada tahun 1965 dan dinyatakan sebagai partai terlarang pada tahun berikutnya.

Kekejaman PKI pada saat itu sudah cukup terkenal sampai saat ini, meskipun masih ada beberapa oknum berusaha untuk menutup fakta nysta tersebut, namun kesaksian dari 5 orang yang Alhamdulillah masih hidup ini telah memberikan gambaran kenapa PKI tidak boleh sama sekali diberi kesempatan untuk bangkit kembali.

Berikut kisah kesaksian dari 5 orang saksi hidup kekejaman PKI tersebut:

1. KYAI ZAKARIA

Pada bulan September 1948 terjadi peristiwa Gorang Gareng, Kyai Zakaria bercerita bagaimana dirinya melihat genangan darah dari ratusan korban pembantaian PKI setinggi mata kaki di sebuah loji (gedung) di Pabrik Gula Rejosari Gorang Gareng Magetan. Para korban ini diberondong dengan senapan mesin oleh tentara merah PKI.

Dokumentasi Pertemuan PKI di Batavia Tahun 1925
Dokumentasi Pertemuan PKI di Batavia Tahun 1925

2. SITI MAISAROH

Sebanyak 30 orang tokoh dan para kyai dimasukkan kedalam loji, diberi makanan beracun dan kemudian dibakar hidup-hidup. Beberapa diantara yang berusaha untuk lari dengan membobol pintu berantai setelah berdo’a dan berteriak Allahu Akbar langsung dibacok dengan pedang. Siti Maisaroh merupakan anak korban selamat peristiwa Ngawi 1948.

3. KYAI AHYUL UMAM

Kyai Ahyul Umam merupakan anak dari Kyai Soelaiman Zuhdi Afandi, korban kekejaman PKI yang dikubur hidup-hidup bersama 200 orang kyat, santri, dan masyarakat di sebuah sumur tua daerah Desa Soco. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1948.

4. SARTONO

Pada peristiwa Ponorogo 1948, Carik Ismail yang merupakan bapak dari Sartono, beserta enam orang pemuka agama lainnya dibawa dengan cara diseret ke hutan. Mereka kemudian dibunuh dengan cara dilempar ke jurang dan dihujani batu.

5. KUSMAN

Kusman, sesepuh Magetan, narasumber peristiwa 1948 ini menceritakan bagaimana Kapolres Ismiadi dibunuh dengan cara diseret dengan Jeep Wilis hingga sejauh 3 kilometer. Pada saat itu, sebelum terjadinya peristiwa Madiun Affair, orang-orang PKI merampok dan membakar rumah-rumah para pedagang di daerah Kauman, Magetan. Kemudian dilanjutkan dengan pembunuhan terhadap para aparat tentara dan polisi. Dan terakhir para pejabat, ulama, dan para santri turut menjadi korban kebiadaban mereka.

Sepertinya kisah kekejaman PKI ini horor sekali ya? Kira-kira kepikiran gak kalau PKI bangkit lagi di Indonesia? Jangan sampai ya Friends… (DW)

SUMBER

You might also like More from author

Comments

Proses...