James Richardson Logan, Pemberi Nama Indonesia

Ternyata yang memberi nama negeri kita menjadi INDONESIA adalah James Richardson Logan. Ia adalah orang skotlandia yang berkebangsaan Inggris. Ia lahir pada tahun 1819 dan dimakamkan di Pulau Penang, Malaysia pada tahun 1869.

Pemberi Nama Indonesia
Image: Facebook.Com

Kata Indonesia sendiri berasal dari bahasa Latin : Indo dan Nesioi. Indo berasal dari kata Indus yang berarti Hindia. Nesioi bentuk jamak dari Nesos yang berarti pulau-pulau. Jadi Indonesia berarti pulau-pulau Hindia (Affandi 2011).

Ide awal nama Indonesia dimunculkan oleh George Samuel Windsor Earl (1813-1865), seorang etnolog. Orang Inggris juga . Ejaan yang ia gunakan pada awalnya adalah INDUNESIA. tidak pake huruf O tapi huruf U.

Ia memunculkan nama itu pada tahun 1850 dalam sebuah artikel ilmiah. Namun, justru ia tak menggunakan nama itu untuk menyebut kepulauan nusantara. Ia berpendapat nama MELAYUNESIA adalah nama yang lebih tepat. Maka, dalam semua artikelnya ia menggunakan nama MELAYUNESIA.

Pada tahun yang sama Logan menulis sebuah artikel yang menggunakan nama INDONESIA. Ia tidak setuju dengan nama MELAYUNESIA. Namun huruf U ia ganti dengan huruf O. Bukan INDUNESIA sebagaimana yang pernah dimunculkan oleh Earl, tapi INDONESIA.

Dengan demikian, berarti Logan-lah yang pertama kali memberi nama negeri kita.

Setelah itu, nama Indoensia semakin populer. Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel (“Indonesia atau Pulau-pulau di Kepulauan Melayu”) sebanyak lima volume. Buku itu memuat hasil penelitiannya ketika mengembara di kepulauan nusantara pada tahun 1864 sampai 1880. Seluruh artikelnya menggunakan nama Indonesia. Setelah itu nama Indonesia mulai populer.

Orang Indonesia pertama yang mula-mula menggunakan istilah “Indonesia” adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara) pada tahun 1913. ia mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913.

—***—

Beni Sulastiyo, 4 Agustus 2017

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

CommentLuv badge