Festival Meriam Karbit, Melestarikan Kisah Sejarah Berdirinya Kota Pontianak

Seperti pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2016 ini kembali Pemerintah Pontianak Kota Bersinar (PEMKOT) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (DISBUDPAR) nya menyelenggarakan Festival Meriam Karbit yang Insya Allah akan dipusatkan di Gang Muhajirin Kelurahan Banjar Serasan Kecamatan Pontianak Timur. Di lokasi ini nantinya akan disiapkan sebuah panggung hiburan yang menampilkan pertunjukkan seni budaya oleh warga setempat.

Menurut Hilfira Hamid, Kepala DISBUDPAR Pemkot Pontianak, sampai saat ini persiapan penyelenggaraan Festival Meriam Karbit 2016 sudah mencapai sekitar 80 persen. Akan ada sekitar 28 kelompok yang mengikuti kegiatan ini dengan total meriam sekitar 154 buah.

“Jumlah keseluruhan meriam karbit, baik yang menjadi peserta festival maupun yang tidak, ada sekitar 300-an meriam karbit,” ujarnya seperti dilansir dari PontianakKota.Go.Id, Kamis (30/6/2016).

Festival Meriam Karbit - Dentuman Malam Lebaran
Dentuman Meriam Karbit di Malam Lebaran Pontianak (Sumber: GaraGara.Id)

SEJARAH MERIAM KARBIT

Jika bicara mengenai penyelenggaraan Festival Meriam Karbit tiap tahunnya, kita tidak bisa lepas dari sejarah berdirinya Pontianak Kota Bersinar pada tahun 1771. Dari beberapa referensi yang diperoleh, berdirinya kota Pontianak bermula dari dentuman meriam yang ditembakkan oleh Sultan Syarif Abdurrahman Al-Kadrie ketika menjejakkan kaki di muara pertemuan antara sungai Kapuas dan Landak. Ada dua versi cerita mengenai alasan Sultan Pontianak menembakkan meriam pada saat itu, pertama karena ingin menakuti para hantu kuntilanak yang selalu menganggu, kedua karena ingin menembak para perompak yang ingin masuk menyerang ke dalam kawasan Istana Kadriah.

BACA JUGA: ASAL USUL NAMA PONTIANAK, TIDAK HANYA SEKEDAR KISAH HANTU KUNTILANAK

Dalam pelaksanaan Festival Meriam Karbit 1437 Hijriah kali ini, akan digunakan beberapa kriteria dalam melakukan penilaian oleh para juri seperti: Suara Dentuman, Kekompakan Tim, Dekorasi Meriam, dan Atraksi Pertujukkan Budaya.

Festival Meriam Karbit - Proses Pembuatan
Proses Pembuatan Meriam Karbit Pontianak (Sumber: AntaraNews.Com)

Menurut Hilfira Hamid, para juri nantinya akan disebar di sejumlah titik untuk melakukan penilaian hingga semalaman terhadap para peserta Festival Meriam Karbit.

Di kesempatan terpisah, Sekretaris Forum Komunikasi Tradisi Meriam Karbit Kalimantan Barat, Barry Shilmon menjelaskan dari hasil rapat final telah diputuskan akan ada 28 kelompok yang ikut serta. Dari 28 kelompok ini, 15 kelompok berasal dari kelompok wilayah timur, sedangkan sisanya berasal dari kelompok selatan dan tenggara.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah peserta yang mengikuti Festival Meriam Karbit tahun ini mengalami penurunan. Menurut Barry Shilmon, kesulitan dalam hal pendanaan menjadi faktor utama berkurangnya jumlah peserta, oleh karena itu kedepannya pihaknya akan mencari solusi terbaik sehingga di pelaksanaan tahun berikutnya hal ini bisa teratasi. (DW)

Sumber Referensi:

  • http://www.pontianakkota.go.id/2016/07/01/154-meriam-siap-adu-dentuman/
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Festival_meriam_karbit

You might also like More from author

Comments

Proses...