BloggerBorneo.Com merupakan media blog yang mengulas mengenai bisnis online, review produk, liputan khusus, dan lowongan kerja.

Dianggap Meresahkan, Pembuat Status Facebook Martabak Telor Ditangkap Polisi

Maksud hati ingin membuat status gurauan, ternyata yang terjadi justru sebaliknya. Bermula dari status Martabak Telor yang diunggah di akun Facebook pribadinya, seorang pria dari Mamuju ini langsung ditangkap pihak kepolisian.

Pembuat Status Candaan Martabak Telor Ditangkap Polisi
Image: Facebook.Com

Think before posting, meski kalimat ini sudah begitu sering digaungkan oleh teman-teman aktivis pengguna internet di Indonesia, namun tetap ada aja oknum pengguna yang ditangkap polisi karena dianggap telah menyebarkan informasi bersifat hoax dan meresahkan.

Waktu awal mula membaca berita mengenai penangkapan oknum pengguna Facebook ini di laman News.OkeZone.Com (17/07/2017) dikarenakan membuat status Martabak Telor, Blogger Borneo langsung merasa heran dan penasaran karena sepertinya tidak ada yang salah dengan bahasa tersebut. Blogger Borneo pun langsung mencari sumber informasi tersebut berdasarkan nama akun pengguna Facebook yang tampak tertera jelas.

======================

MAMUJU siaga 1

Info

Info dari polres MAMUJU, untuk masyarakat MAMUJU dan sekitarnya diharapkan waspada bila berjalan di malam hari. Tadi malam sekitar jam 00.30 WITA di daerah pasar lama MAMUJU telah ditemukan korban mutilasi bernama Martha. Dia ditemukan dengan kondisi fisik terpotong-potong menjadi 12 bagian. Korban ditemukan warga dengan kondisi terbungkus. Kabarnya sebelum dimutilasi korban dimasukkan ke dalam minyak panas.

TRAGISS

Polisi sedang menyelidiki identitas MARTHA secara lengkap. Menurut info dari warga setempat nama lengkap korban adalah MarthaBak Telor.

#slamat ya 😝😝😝
Wkkkwkkk…
*Hanya hiburan *
🤣

======================

Kalimat diatas merupakan kutipan yang Blogger Borneo ambil dari salah satu status miliknya Ancha Evuz secara utuh tanpa ada perubahan sama sekali.

Memang jika diperhatikan, bahasa yang digunakan terkesan meresahkan meski pada bagian akhir tulisan ada pernyataan yang menjelaskan bahwa status tersebut hanyalah sebuah gurauan untuk hiburan. Oke, mungkin jika hanya sifatnya teks kalimat masih bisa ditolerir. Sekarang masalahnya ada pada dua gambar yang diunggah di status tersebut ternyata memperlihatkan lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan sosok seorang wanita berjilbab sedang diikat dan disumpal mulutnya dalam sebuah ruangan.

Karena dianggap menyebarkan berita hoax sehingga meresahkan, maka pihak polres Mamuju mengambil tindakan tegas dengan mengamankan pemilik akun berinisial nama H ini.

Kapolres Mamuju, Kombes Muhammad Rifai mengatakan, pelaku kini masih diperiksa di Mapolres Mamuju. Nantinya pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Meskipun maksud H membuat status tersebut untuk tujuan menghibur dan bercanda, namun pihak kepolisian menilai hal itu tidak wajar. Oleh karena itu, Kapolres juga menghimbau kepada masyarakat agar bisa lebih cerdas dan bijak menggunakan media sosial. Jangan sampai menimbulkan keresahan bagi orang lain, contohnya status Martabak Telor ini.

Semoga dari kasus ini kita bisa mengambil pelajaran agar kedepannya tidak sembarangan lagi dalam membuat status di media sosial. Always thinking before posting Friends(DW)

Sumber: News.OkeZone.Com

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

CommentLuv badge