Social Media + Blogging Review Contest Urbanindo.Com

Cerdas Memanfaatkan Energi Alternatif di Kota Matahari

 Info Pontianak

Sebuah pertanyaan menggelitik sempat terbersit dibenak pikiranku ketika melihat kondisi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terus membumbung tinggi, kita harus merasa panik dan kuatir seolah-olah BBM akan menjadi satu-satunya sumber energi yang dapat digunakan dimuka bumi ini. Sebagai salah satu negara penghasil minyak mentah, tidak seharusnya Indonesia bisa “terpasung” dalam kondisi ini. Jika sejak awal manajemen pemanfaatan sumber daya alam dikelola secara profesional, saya yakin isi dari Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945 akan terwujud dengan sendirinya. Selain itu, sangat kayanya Indonesia dengan sumber energi alternatif yang ada sebenarnya dapat menjadi salah satu solusi terbaik untuk mengatasi masalah krisis sumber energi minyak bumi di bumi pertiwi.

Sekarang apakah teman-teman sadari bahwa saat ini kita sedang berada disebuah kota yang dilewati langsung oleh garis equator atau lebih dikenal dengan garis khatulistiwa, garis horizontal yang tepat membelah bumi menjadi dua dimana Kota Pontianak menjadi salah satu lokasi titik perlintasannya. Oleh karena itu, Kota Pontianak memiliki “keistimewaan” dibandingkan kota-kota lain di Indonesia karena suhu panas yang diperoleh dari sinar matahari diatas rata-rata. Dengan kata lain, jika kita ingin menguji ketahanan warna kulit kita maka Kota Pontianak adalah tempat yang tepat untuk melakukannya. Hehehehe…

Nah, dari keistimewaan ini sebenarnya kita dapat mengambil banyak manfaat positif dari cukup melimpahnya salah satu sumber energi alternatif yaitu sinar matahari. Disaat minyak bumi dan sumber bahan bakar tidak terbarukan lain mulai menipis, sudah seharusnya kita mulai berpikiran cerdas bagaimana dapat memaksimalkan energi alternatif selalu terbarukan tersebut. Mungkin kita sudah sering mendengar istilah Pembangkit Listrik Tenaga Surya mulai digunakan dimana-mana, namun kenapa justru di Kota Matahari istilah itu malah sangat jarang terdengar ditelinga kita. Malah baru sekarang saya lihat ada beberapa pihak yang telah menggunakan sinar matahari sebagai sumber tenaga bagi alat-alat yang mereka gunakan.

Mungkin apa yang telah dilakukan oleh beberapa pihak tersebut dapat segera diikuti oleh pihak-pihak lainnya. Dapat dibayangkan bukan, bagaimana seandainya seluruh lampu penerangan jalan menggunakan sinar matahari sebagai sumber energinya. Berapa banyak bahan bakar minyak (BBM) dapat dihemat oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam satu malam. Selain itu tidak ada efek polusi sebagai akibat dari hasil gas buang dari proses pembakaran tidak sempurna bahan bakar minyak yang digunakan, semua prosesnya terjadi dengan sangat sempurna. Benar-benar ramah lingkungan… :-)

Jadi, sekarang kita tunggulah bagaimana respon dari pihak-pihak yang merasa terkait dengan masalah ini. Sudah sedari dulu alam Kalimantan Barat diberi anugerah sinar matahari yang sangat berlimpah, namun kenapa baru sekarang solusi alternatif ini mulai terjamah. Mungkin jika suatu saat nanti sinar matahari tidak berkenan menyinari bumi ini, baru kita sadar bahwa kita telah melalaikan anugerah yang diberikan. Salam sinar matahari… (DW)

 

Kata Kunci Pencarian Terkait:

Author: 

Blog yang berisi info mengenai Pontianak, perjalanan Blogger Borneo, liputan kegiatan, dan review produk jasa terbaru. Jika ada yang berminat produknya direview langsung aja menghubungi 08565030366. Thanks...

Toko Online Busana Muslim Terbaik di Indonesia

Jasa Pembuatan Laporan Keuangan

Dapatkan update artikel terbaru dari Blogger Borneo. Cukup masukan alamat email dan klik BERLANGGANAN.

Cek Kotak Surat Setelah Memasukkan Email untuk Melakukan Verifikasi