Saturday, August 28th, 2010 at
7:31 am
Sore itu menjadi satu pengalaman yang tak akan dapat saya lupakan seumur hidup. Bermula dari sms yang diterima adik saya dari temannya yang menginformasikan bahwa baru saja terjadi insiden mobil tertimpa pohon di kawasan RS. Dr. Soedarso Pontianak, Kalimantan Barat. Karena kebetulan lokasi kejadian berada dekat rumah, maka tanpa menunggu lagi saya langsung bergegas menuju TKP. Tapi sayang pada saat kejadian saya lupa membawa handphone sehingga saya tidak bisa mengambil beberapa dokumentasi untuk bahan pendamping postingan ini. Gambar-gambar yang ada ditulisan ini semuanya saya ambil dari Harian Pontianak Post yang terbit pada tanggal 27 Agustus 2010. Kebetulan pemberitaan mengenai kejadian itu masuk sebagai headlinenya. Read the rest of this entry
Popularity: 4%
Friday, July 16th, 2010 at
3:24 am
Pada awal tahun 2010 pelaksanaan ujicoba pemberlakuan Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2010 mulai digelar di kota Pontianak, Kalimantan Barat. Setelah 3 bulan sebelumnya melewati masa sosialisasi, kali ini seluruh jajaran kepolisian daerah Kalimantan Barat mulai mempersiapkan diri disetiap titik-titik yang dianggap strategis untuk melakukan pengawasan dan memberikan pengarahan kepada setiap pengendara motor dan mobil terkait dengan pemberlakukan undang-undang tersebut. Read the rest of this entry
Popularity: 5%
Tuesday, July 13th, 2010 at
2:52 am
Pada tahun 1943-1944 di Kalimantan Barat, tepatnya di daerah Mandor telah terjadi satu peristiwa yang sangat memilukan yaitu pembantaian terhadap sekitar 21.037 orang yang sebagian besar berasal dari kalangan kerajaan, tokoh masyarakat, dan kaum cendekiawan Kalimantan Barat. Pembantaian ini dilakukan oleh tentara Jepang (Dai Nippon) yang pada saat itu menjajah negeri khatulistiwaku tercinta. Jumlah korban tersebut sampai saat ini masih menjadi tanda tanya tersendiri bagi sebagian orang karena menurut saksi mata pembantaian yang masih hidup saat ini yaitu Yamamoto (Kepala Kempetai pada saat itu), korban pembantaian pada saat itu bisa mencapai sekitar 50.000 orang. Read the rest of this entry
Popularity: 2%
Tuesday, March 23rd, 2010 at
10:38 pm
Tanggal 23 Maret 2010 merupakan momen yang paling dinanti-nanti oleh warga masyarakat kota Pontianak dan sekitarnya karena pada tanggal tersebut, terjadi sebuah fenomena alam yang hanya dapat dilihat dibeberapa negara seperti Gabon, Zaire, Uganda, Kenya, Somalia, Ekuador, Peru, Columbia dan Brazil. Kota Pontianak sendiri menjadi satu-satunya kota yang persis dilintasi oleh garis equator dimana lokasi titik nol derajatnya ditandai dengan berdiri tegaknya sebuah tugu yang diberi nama Tugu Khatulistiwa. Itulah kenapa kota pontianak lebih dikenal dengan istilah Kota Khatulistiwa.
Kota Pontianak saat ini berada pada posisi 0 derajat, 0 menit, 3,809 detik lintang utara; dan 109 derajat, 19 menit, 19,9 detik bujur timur. Peristiwa kulminasi itu sendiri selalu terjadi setahun dua kali yaitu pada tanggal 21 – 23 Maret dengan titik kulminasi tepat pukul 11.51 WIB dan pada tanggal 21 – 23 September dengan titik kulminasi tepat pada pukul 11.38 WIB. Read the rest of this entry
Popularity: 1%
Wednesday, January 6th, 2010 at
8:11 am
Banyak teori yang di terima adalah teori yang menyatakan imigrasi bangsa China dari Provinsi Yunan di Cina Selatan. Penduduk Yunan ber-imigrasi besar-besaran (dalam kelompok kecil) di perkirakan pada tahun 3000-1500 SM. Sebagian dari mereka mengembara ke Tumasik dan semenanjung Melayu, sebelum masuk ke Kalimantan. Sebagian lainnya melewati Hainan,Taiwan dan filipina. Menurut catatan H.TH. Fisher, imigrasi dari asia terjadi pada fase pertama zaman Tretier. Saat itu, pulau Kalimantan masih menyatu dengan benua Asia yang memungkinkan ras mongoloid (cina) dari asia mengembara melalui daratan dan sampai di Kalimantan dengan melintasi pegunungan yang sekarang disebut pegunungan Muller-Schwaner. Dari pegunungan itulah berasal sungai-sungai besar yang mengaliri seluruh daratan Kalimantan. Diperkirakan, dalam rentang waktu yang lama, mereka menyebar menelusuri sungai-sungai hingga ke hilir dan kemudian mendiami tepi-tepi sungai tersebut hingga ke pesisir pulau Kalimantan. Read the rest of this entry
Popularity: 1%