Bubur Pedas Makanan Khas Kabupaten Sambas

Bubur pedas merupakan salah satu jenis makanan khas yang berasal dari Sambas Kalimantan Barat. Tidak menyangka ketika tim PB2010 datang ke Pontianak dalam rangka kegiatan Roadshow 10 Kota di Indonesia, Mbak Rara yang merupakan Ketua Pesta Blogger 2010 langsung menanyakan dimana tempat orang menjual makanan khas Kalimantan Barat ini. Wah, ternyata nama BUBUR PEDAS cukup terkenal dan telah menjadi momok menyenangkan bagi penggemarnya diluar sana. Oke deh mbak, nih saya kasih tahu tempatnya : Pondok Burdas alias Bubur Pedas di Jl. Merdeka Barat tepat berada diseberang lokasi kampus STMIK Pontianak. Mohon maaf sebelumnya kali ini belum sempat menemankan tim PB2010 karena berhubung masih ada kesibukan lain. Peacee…

Di lain waktu, saya menyempatkan singgah di tempat yang berukuran sekitar 4×2 meter ini. Dengan beratapkan tenda oranye dan bernuansa oranye juga, tempat ini terlihat lebih “terang” sehingga tetap akan menjadi perhatian orang yang lewat meskipun sekilas. Meskipun BUBUR PEDAS termasuk dalam salah satu jenis makanan khas Kalimantan Barat, namun masih agak sulit untuk mencari lokasi orang yang menjualnya di Pontianak. Tidak tahu kenapa, apakah karena kurang peminatnya sehingga tidak banyak yang mau menjualnya ataukah karena berasal dari Sambas maka lebih banyak dijual didaerah sana. Itu tetap menjadi pertanyaan misteri sampai saat ini, hehehe…

Akhirnya pesanan BUBUR PEDAS nya datang juga. Jika dilihat sepintas, tampilan BUBUR PEDAS ini tampak seperti makanan yang tidak karuan bentuknya. Eitttsss… Jangan salah pengertian dulu ya. Meskipun makanan ini terlihat tidak karuan, namun gizi yang dikandungnya luar biasa sangat banyak. Dapat dibayangkan seberapa besar kandungan gizinya jika beras yang dihaluskan dikombinasikan dengan campuran sayur mayur seperti kangkung, pakis, daun kesum, dan lain-lain, dipadukan dengan gorengan kacang tanah plus ikan teri yang digoreng kering, kalau boleh mengambil istilahnya Pak Bondan Winarno sih makanan ini MAK NYOSSSS…

Tidak dibutuhkan waktu lama untuk menyantap hidangan BUBUR PEDAS ini. Dalam waktu singkat saya telah menghabiskan seporsi BUBUR PEDAS plus segelas teh hangat manis. Memang benar-benar luar biasa rasanya, Tiada Tanding Tiada Banding (perasaan bahasa itu dipakai iklan apa ya???). Now, it’s time to pay. Waw, ternyata harganya cukup murah kawan. Untuk seporsi BUBUR PEDAS nikmat itu harganya hanya Rp. 6.000,- saja per porsi, ditambah dengan segelas teh hangat Rp. 2.000,- jadi totalnya sekitar Rp. 8.000,-. Oh iya, jangan lupa disisihkan Rp. 1.000,- untuk jasa tukang parkirnya. Bolehlah tempat ini dijadikan sebagai referensi tempat makan murah meriah. Jika teman-teman penasaran, langsung saja gerebek salah satu lokasi wisata kuliner Pontianak ini yach. Ditunggu komentarnya, peace… (DW)


DAFTARKAN ALAMAT EMAIL DISINI UNTUK DAPATKAN E-BOOK TERBARU BISNIS ONLINE

You might also like More from author

35 Comments

  1. anaxkolonx says

    pedas2 aku bnget tu,,, 😀 mkan kalau nggak pedas g asyik,…itu kalau di tempat sy sekilas mirip dengan “mie kopyok”

    1. Blogger Borneo says

      Wah, jgn salah paham bro. Namanya memang bubur pedas namun sebenarnya rasanya ngga pedas-pedas amat (kecuali ditambah cabe giling baru mantap). Wkwkwkw…

  2. vivieck says

    wah…jadi laper bang…
    ud lama juga nggak makan bu2r pedas…

  3. Yosh says

    Waaaahh enak tu kayaknya mau donk. Web keren dan informatif semoga tambah sukses dah nih blog selanjutnya semangaaaaaaaaaattt. Mari mengenal keindahan pariwisata Lombok utara

  4. Bert972 says

    Tentu saya akan koment disini sesuai keinginan anda,sayakan orang yang selalu siap kalau untuk promosi Sambas,dari budaya sejarah adat istiadat,wisata,makanan tentu sambas tak kalah dibanding daerah lain.
    terima kasih atas kunjungannya,tetap sukses buat anda.
    eh …kalau pengunjung lain ingin tau lebih dalam tentang sambas,datang saja di alamat dibawah ini
    http://bert972.blogspot.com

    1. Blogger Borneo says

      Welcome to Sambas. Btw, kalau boleh tahu berapa banyak blogger dari Sambas bro??

  5. jangkrik says

    yang pedes dapat menambah semangat untuk makan lagi,tapi jangan sampai kekenyangan 😀

    1. Blogger Borneo says

      Satu lagi bro, kalau kebanyakan pedesnya selain bisa kekenyangan juga bisa sakit peyuttttt…..

      1. Kholina says

        asQm. 5f bang, nmQ Kholina ali KalBar tp skrg lg d luar KALBAR. Sy sukaaaaa bgt s5 bu2r pedas. Tp Coz d sni g’da yg jual.Truzzzz sy pgn bwt sndri sklyn ngenalin mknn khas KALBAR tu ma tmn2. Coz tmn@ pnasarn bgt 5 rasa, bentuk dll lah. Truzzzz kr2 bang Dwi bs g’ krimin bhn2nya ke E-mail sy : Dhebie_imuts@yahoo.com / ke FB sy d Kholina Rahmawati ??????????????? ma’kase yeeeee sebelomnyeeeeee. Saye tunggu

  6. lenny says

    kalo tak salah, bubur pedas dibilang bubur pedas, karna aslinya itu bubur ada sahang atau merica yang cukup terasa didalam bumbunya…
    jadi bukan rasa pedas cabe, tapi rasa pedas merica yang terasa HOT apalagi buburpedas selalu disajikan panas…sssss…slruph! jadi ngiler…

  7. eka says

    selama tinggal dsambas blm ktmu orang jualan bubur pedas,,
    refrensi aja…??
    klu mw mkn bubur pedas gratis, datang aja ke sambas pas bulan puasa, banyak yg buat bubur pedas untuk makanan pembuka,,hehe, termasuk nenek q,,hahahaha

  8. Dwi Wahyudi says

    Wah kalau itu saya kurang tahu ya, yg saya tahu di Jakarta itu adanya Pisang Goreng Pontianak dan Mie Tiaw Apollo. Kalau masalah rasa sih, bubur pedas memang maknyus…

    1. Dwi Wahyudi says

      Iya, pisang goreng pontianak emang cukup terkenal. Wong pisangnya hanya bisa tumbuh di Pontianak aja, itu kenapa bisa jadi spesial. Trims…

  9. wisata kuliner medan says

    numpang lewat ya. Kalau mau jalan-jalan ke medan, or kalau mau wisata kuliner di medan, jangan lupa mampir di blog indrahalim.com ya… di situs itu lengkap reviewnya tuk resto or kedai yg menyediakan makanan enak di medan.. thx!

  10. Mas Teko says

    Jadi ingat pertama lihat ‘bubur pedas’, tapi setelah nyicip..wooo langsung nambah..entah kapan lagi bisa menikmatinya, kalaupun ada yang bisa bikin di sini tak ada daun Kesum.

    1. Dwi Wahyudi says

      Kalau hanya masalah daun kesum mah gampang, pesan aja atuh dari Pontianak. Ntar biar dipaketin pake TIKI YES, jadi deh bubur pedasnya. Hehehe…

  11. Amanda says

    Wow…bikin lapar mata nih mas…
    Ga tau kenapa, puasa2 gini bawaan nya pengen browsing tempat2 makan enak.
    Mantap nih blog

  12. Annie Da says

    kangenlah nak makan bubur pedas niy…..

  13. Pembicara Internet Marketing says

    embb,,,
    makanannya enak banget kelihatannya,semoga usahanya makin laris manis dan lebih di kenal oleh masyarakat luas dan di minati oleh masyarakat. Sukses selalu buat anda…

    1. Dwi Wahyudi says

      Sip bro, thanks buat masukan filosofinya sehingga bisa saling melengkapi 🙂

  14. pulsamurah says

    Pagi2 enaknya “nyabu” dulu.. Nyarap bubur he..he..he

  15. Dwi Wahyudi says

    Iya Bro, jangan tertipu dulu dengan namanya. Sebenarnya istilah yang bener itu adalah Padas, dalam bahasa Sambas artinya kalau ngga salah sayuran atau campuran gitu (maaf kalau keliru dan silahkan langsung dikoreksi). Jadi nama aslinya adalah Bubor Padas, bukan Bubur Pedas. Begitu kisahnya… 🙂

  16. Dwi Wahyudi says

    Beda Bro dgn bubur ayam, yang pasti enak rasanya. Nyam…nyam… Terdiri atas campuran beberapa jenis sayuran, kacang goreng, ikan teri, dan beras sangrai yang ditumbuk halus. Hhhmmm… sedappp… 🙂

    1. Blogger Borneo says

      Maaf Om, istilah pedas disini bukan diartikan sebagai rasa pedas. Coba deh dibaca postingannya secara seksama. 🙂

Leave A Reply

Your email address will not be published.

CommentLuv badge