Opini

Aturan Pesangon Karyawan Menurut Kepmenaker No.150 Tahun 2000

Aturan Pesangon Karyawan Menurut Kepmenaker No.150 Tahun 2000

Secara kebetulan beberapa waktu lalu saya telah mengambil keputusan untuk berhenti dari perusahaan dimana saya telah bekerja selama kurang lebih 3 tahun. Meskipun pada kenyataannya saya berhenti dengan baik-baik, saya tetap meminta kompensasi yang sudah sepantasnya menjadi hak saya. Oleh karena itu, saya meminta kebijaksanaan dari kantor saya untuk dapat memberikan pesangon yang jumlahnya sesuai dengan perhitungan perundang-undangan yang berlaku. Setelah melakukan pencarian ke Mbah Google, saya memperoleh satu referensi yang dapat dijadikan acuan perhitungan pesangon yaitu berupa Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 150 Tahun 2000. Mungkin diantara teman-teman pada saat ini telah memiliki ancang-ancang untuk berhenti bekerja, bisa menggunakan referensi ini sebagai bahan acuan perhitungan jumlah pesangon yang berhak untuk diterima. Bagi yang berminat mendownloadnya bisa langsung klik disini. Semoga dapat bermanfaat… (DW)

375 total views, 6 views today

Komentar via Facebook

Komentar

Opini
@BloggerBorneo

Blogger Borneo News merupakan media online independen yang berisikan informasi seputar Kalimantan Barat, liputan khusus, dan review produk terbaru. Bagi yang berminat produknya direview bisa melihat syarat dan ketentuan di halaman LAYANAN .

More in Opini

Logo MMM Indonesia

Promosi MMM Semakin Gencar, Masyarakat Harus Tetap Waspada

Dwi Wahyudi10/04/2015
Tingkah Aneh Foto Selfie dengan Nisan Kuburan

Fenomena Baru Berselfie Ria Bersama Nisan Kuburan

Dwi Wahyudi31/03/2015
Kominfo dan BNPT Blokir 19 Situs Islam

19 Situs Islam Diblokir Kominfo dan BNPT, Ada Apa Gerangan?

Dwi Wahyudi30/03/2015
Menteri Agraria dan Tata Ruang Era Jokowi

Menteri Agraria Dianggap Plin Plan Terkait PBB, Ini Klarifikasinya

Dwi Wahyudi28/03/2015
Sertifikasi Halal Tempat Kuliner

Pentingnya Sertifikasi Halal bagi Lokasi Kuliner Khas di Pontianak

Dwi Wahyudi28/03/2015
Taman Alun Pontianak Menjelang Malam

Alasan Blogger Borneo Tak Suka Jakarta

Dwi Wahyudi03/02/2015