Asal Mula Nama Bandar Udara Supadio di Pontianak

Bandar Udara Supadio Kubu Raya, nama ini sempat mencuat dan langsung menjadi bahan pembicaraan para netizen lokal dalam 2 hari ini ketika muncul rencana untuk melakukan penggantian nama lapangan terbang yang ada di Pontianak, Kalimantan Barat.

Bandar Udara Supadio Pontianak
Image: Facebook.Com

Jika dicermati isu mengenai rencana perubahan nama bandara udara ini sudah ada sejak beberapa tahun lalu dimana pada saat itu nama bandar udara baru yang diajukan adalah SULTAN SYARIF ABDURRAHMAN. Sempat tertahan lama, ada muncul lagi rencana menggunakan nama SULTAN HAMID II dan OEVANG OERAY. Hingga akhirnya, baru-baru ini di media cetak setempat membuat pemberitaan terkait nama baru bandara yaitu SUPADIO KUBU RAYA.

Secara pribadi, Blogger Borneo kurang setuju dengan penggunaan nama SUPADIO KUBU RAYA karena kesannya menjadi “klaim” dari nama sebuah Kabupaten di Kalimantan Barat. Memang selama ini bandara udara Supadio terletak di lokasi Kabupaten Kubu Raya (dulunya Kabupaten Pontianak), akan tetapi itu bukan berarti bandaranya akan menjadi “milik sendiri” bukan? Kok rasanya menjadi janggal ketika nama sebuah bandara di sebuah provinsi harus ada embel-embel nama daerah dibelakangnya. Jadi merasa sesuatu gitu yach…

Rasanya akan lebih pantas jika sebuah bandara diberi nama dari para pahlawan dari lokasi dimana bandar udara tersebut berada yang pernah berjasa sebagai salah satu bentuk penghormatan atas segala jasa perjuangannya dalam membebaskan negeri ini dari para penjajah. Di Kalimantan Barat sendiri ada dua bandara juga yang menggunakan nama pahlawan yaitu Bandar Udara Pangsuma (Kabupaten Kapuas Hulu) dan Bandar Udara Rahadi Usman (Kabupaten Ketapang).

SEJARAH BANDAR UDARA SUPADIO

Pasti diantara kawan-kawan ada yang ingin mengetahui kenapa nama bandar udara di Pontianak menggunakan nama SUPADIO. Sebenarnya jika harus menjawab secara rinci mohon maaf Blogger Borneo tidak bisa menjelaskan, akan tetapi jangan kuatir karena ada salah seorang sahabat berbagi kisah kronologis asal mula dibuatnya bandar udara Supadio. Berikut penjelasan detailnya:

  1. Pihak Pemerintah Belanda melakukan kesepakatan dengan pihak Kerajaan Pontianak untuk melaksanakan rencana membangun lapangan terbang di daerah Sungai Durian. Setelah mendapat kesepakatan dengan pihak Kerajaan Pontianak maka PIHAK KERAJAAN PONTIANAK MENYERAHKAN SEBAGIAN LAHAN untuk dipergunakan Pemerintah Belanda. Belanda baru melakukan penelitian kondisi tanah dan kontur alam di Sungai Durian, namun tidak dilanjutkan karena kekalahan melawan Jepang.
  2. Ketika Jepang menguasai Pontianak, lapangan terbang dijadikan Pangkalan Udara Militer, Pada saat lapangan terbang baru selesai dikerjakan maka Pemerintah Jepang mulai melaksanakan uji coba landasan dengan menggunakan pesawat tempurnya. Sewaktu pesawat tempur Jepang itu melaksanakan Take Off, maka pesawat tempur Jepang itu menyenggol Troli pasir yang berada di pingir landasan sehingga pesawat itu mengalami kecelakaan dan mengakibatkan penerbang Jepang meninggal seketika. Untuk menghormati penerbang yang meninggal itu, maka Pemerintah Jepang membangun Tugu Jepang dan setiap orang yang akan melewati Tugu Jepang itu harus sudah tahu sebelumnya, pada jarak berapa dari Tugu Jepang memberi hormat. Apabila melakukan kesalahan akan mendapat sangsi tegas dari tentara Jepang yang menjaga Tugu Jepang tersebut.
  3. Pemerintah Indonesia melaksanakan persiapan operasi “Dwikora” dan mulai dilaksanakan gelar kekuatan pesawat terbang dan pasukan, untuk dapat menampung semua kekuatan maka diadakan peningkatan pembangunan lapangan Terbang Sungai Durian dalam waktu cukup singkat. Perubahan status ataupeningkatan tipe dari Lapangan Terbang Sungai Durian menjadi tipe “B” akhirnya mulai tahun 1969 nama Pangkalan Udara Sungai Durian berubah nama menjadi Pangkalan TNI AU Supadio. Berdasarkan SK DPRD-GR Kalbar No SK 4/I-D/I-UM/1969 Tanggal 18 Juni 1969. Penggantian ini atas usul Panglima Komando Wilayah Udara II Kalimantan dan didukung Dirjen Perhubungan Udara kala itu.
  4. Nama Supadio diambil dari nama perwira TNI AU yaitu Letkol (PNB) Supadio yang menjabat Pangkowilud II Banjarmasin, yang membawahi Lanud Sungai Durian. Supadio gugur dalam kecelakaan pesawat terbang bersama Kolonel (PNB) Nurtanio di Bandung tahun 1966.
  5. Nama Bandar udara Supadio berencana akan diganti menjadi Bandar Udara Internasional Sultan Hamid II atau Oevang Oeray pada tahun 2006. Namun tidak bisa diproses karena nama “Supadio” adalah nama seorang tokoh yang berjasa, bukan nama daerah/tempat. Kenapa demikian? sekarang coba bayangkan JIKA SEANDAINYA bandara awalnya bernama Bandara Sultan Pontianak, lalu diubah menjadi Bandara Sultan Kubu Raya. Sebagai orang Pontianak yg mencintai sultannya sakit hati tidak? begitu juga nama “Supadio” bagi Angkatan Udara Tentara Indonesia, nama “Supadio” BUKAN NAMA YANG DIAMBIL DARI TONG SAMPAH. Melainkan adalah sebuah bentuk penghormatan terhadap Letkol Supadio.

Note:

Ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa ada SK DPRD tahun 1979 agar Bandara Supadio berganti nama menjadi Bandar Udara Sultan Syarif Abdurrahman, namun sampai saat ini masih belum menemukan referensi kebenarannya. Sepertinya yang dimaksud adalah SK DPRD tahun 1969.

Sumber Referensi:

  • https://www.facebook.com/kotepontianakcom/photos/a.1063195830374544.1073741828.1049805108380283/1100400519987408/?type=1

You might also like More from author

Comments

Proses...