8 Pertanyaan Ini akan Menjelaskan Apa Itu Panama Papers

Tersebarnya dokumen berisikan nama sejumlah pengusaha besar dan elite politik dari beberapa negara termasuk Indonesia baru-baru ini cukup menggegerkan dunia. Dalam dokumen yang dikenal sebagai Panama Papers ini, diketahui beberapa nama termasuk diantaranya, antara lain: James Riady, Rachmat Gobel, Lionel Messi, Jackie Chan, dan masih banyak lagi nama-nama lainnya.

Mungkin bagi para netizen awam seperti Blogger Borneo, nama Panama Papers masih cukup asing didengar. Beberapa referensi langsung menjadi rujukan ketika Blogger Borneo ingin mencari informasi mengenai apa itu Panama Papers, kenapa ada daftar nama-nama pengusaha besar dan elite politik dunia didalamnya, dan apakah ada hubungannya dengan mundurnya para pejabat penting di beberapa negara yang namanya terungkap dalam dokumen tersebut.

Dari sekian banyak sumber referensi yang ditemukan, akhirnya Blogger Borneo menjadikan sebuah halaman facebook bernama Youth Proactive sebagai rujukan. Di halaman ada satu tulisan menarik yang disajikan dalam bentuk tulisan dan graphic cards mengenai 10 pertanyaan tentang Panama Papers. Hanya saja disini Blogger Borneo cukup mengulasnya dalam bentuk tulisan, berikut pemaparannya:

#1 Apa Itu Panama Papers?

Panama Papers adalah 11,5 juta dokumen yang bocor dari database firma Mossack Fonseca yang berbasis di Panama, Amerika Latin. Dokumen ini memuat nama pengguna jasa Mossack Fonseca di seluruh dunia untuk pemindahan uang di negara-negara tax haven. Pemindahan uang ini sering dipakai untuk mengemplang pajak dan melakukan pencucian uang.

#2 Kenapa Bisa Dianggap Mengemplang Pajak?

Normalnya, kalau perusahaan punya pemasukan, maka harus bayar pajak. Tapi kita bisa menghindari bayar pajak kalau kita pakai uang pemasukan itu untuk investasi. Misalnya, pemasukan perusahaan sebesar 100 juta. Kita pakai 80 juta dari100 juta untuk investasi (misalnya pengembangan teknologi). Maka yang bisa ditarik pajak cuma 20 juta sisanya.

Nah, uang 80 juta tadi, alih-alih dipakai untuk investasi sungguhan, justru “dititipkan” ke perusahaan cangkang (shell company). Perusahaan cangkang ini perusahaan yang cuma kelihatan cangkangnya, tapi tak ada isinya. Struktur organisasinya seolah-olah ada, tapi isinya ternyata nama office boy atau tukang sapu yang menandatangani dokumen perjanjian pembentukan perusahaan.

Supaya perusahaan cangkang tadi aman (tak ditarik pajak), maka perusahaan itu harus berbasis di negara-negara bebas pajak atau memiliki tarif pajak sangat rendah (tax haven). Misalnya: Panama, British Virgin Islands, Hong Kong, Singapura, Swiss, dsb. Di negara-negara ini, transaksi keuangan bisa berlangsung dengan rahasia. Perusahaan juga bisa merahasiakan nama pemilik, jumlah pemasukan, dsb.

Panama Papers Mossack Fonseca
Panama Papers Mossack Fonseca (Sumber: BBC.Com)

#3 Siapa Itu Mossack Fonseca?

Mossack Fonseca merupakan seorang perantara bagi perusahaan dan tokoh politik, selebritas, dan lain sebagainya untuk mendirikan perusahaan di negara-negara tax haven. Mossack Fonseca telah beroperasi selama hampir 40 tahun dan telah mendirikan 214 ribu entitas perusahaan yang terkait dengan orang-orang di lebih dari 200 negara.

#4 Bagaimana Cara Mengambil Dana Titipan Tersebut?

Uang yang “dititipkan” di perusahaan cangkang bisa diambil lagi tanpa ketahuan.

Cara 1: belilah saham dan obligasi atas unjuk (bearer shares and bonds) perusahaan cangkang tersebut, siapa pun yang punya bearer shares and bonds berhak memilikinya secara penuh. Per lembarnya bisa bernilai USD 14 ribu atau sekitar 185 juta.

Cara 2: belilah sesuatu atas nama perusahaan cangkang, tapi dinikmati pribadi. Misalnya Anto mau beli rumah mewah, belilah atas nama perusahaan, lalu pura-puranya Anto menyewa rumah tsb.

#5 Apakah Aktivitas Ini Berbahaya?

Perusahaan yang tak bayar pajak jelas menghambat pemerintah untuk memberikan layanan publik. Di Uganda, ada perusahaan yang bisa menghindar bayar pajak sebesar USD 400 juta, angka yang berkali lipat di atas anggaran kesehatan pemerintah Uganda.

Karena uang yang dititipkan di perusahaan cangkang tak bisa dideteksi, ini juga bisa dimanfaatkan untuk perdagangan gelap mafia narkoba, peredaran senjata ilegal, bahkan logistik pesawat jet untuk pengeboman di Suriah.

#6 Siapa Saja Tokoh Dunia yang Terlibat?

  • Juan Pedro Damiani (Anggota Komite Etik FIFA)
  • Michel Platini (Presiden UEFA)
  • Lionel Messi (Pesepakbola Argentina)
  • Amitabh Bhachchan (Aktor Film India)
  • Jackie Chan (Aktor Film Hong Kong)
  • Stanley Kubrick (Sutradara Hollywood)
  • Sigmundur Gunnlaugsson (PM Islandia)
  • Nawaz Sharif (PM Menteri Pakistan)
  • Alaa Mubarak (Anak mantan Presiden Mesir)
  • Dov Weisglass (Pengacara Israel)
  • Vinod Adani (Pebisnis India, Adani Group)
  • Rafael Quintero (Kartel Narkoba Meksiko)

…dan masih ada banyak lagi

#7 Siapa Saja Tokoh Indonesia yang Terlibat?

  • James Riady (Dep. Chairman Lippo Group)
  • Hilmi Panigoro (Presiden Direktur Medco Energi)
  • Garibaldi Thohir (Presiden Direktur Adaro Energy)
  • Anthoni Salim (Presiden Salim Group)
  • Sandiaga Uno (Pebisnis, Anggota Partai Gerindra)
  • Gita Wirjawan (Eks-Menteri Perdagangan Kabinet Indonesia Bersatu)
  • Chairul Tanjung (Eks-Menko Ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu)
  • Rachmat Gobel (Eks-Menteri Perdagangan Kabinet Indonesia Hebat)
  • Fransiscus Welirang (Direktur Indofood Sukses Makmur)
  • Muh. Riza Chalid (Pebisnis migas, pelaku “Papa Minta Saham” Freeport)
  • Djoko S. Tjandra (Pebisnis Properti, Buron Kasus Hak Tagih Bank Bali)

…dan masih ada banyak lagi

#8 Apa Semua Ini Ilegal?

Membuat perusahaan di negara tax haven tak selalu ilegal. Bahkan ada kalanya perlu. Pebisnis di negara seperti Rusia dan Ukraina kadang perlu membuatnya untuk mencegah digrebek “preman” di negaranya. Ada juga yang pakai untuk atur hak waris.

Tapi pengemplangan pajak dan pencucian uang fatal dampaknya. Ini yang harus diselidiki lebih jauh dan ditindak.

Sumber Referensi:

  • https://www.facebook.com/YouthProactive/?fref=ts

You might also like More from author

Comments

Proses...