7 Obyek Wisata Kota Pontianak yang Wajib Dikunjungi

17
12467

Kota Pontianak selama ini dikenal sebagai kota kuntilanak karena dianggap memiliki kesamaan nama, namun seiring perjalanan waktu anggapan tersebut secara perlahan mulai terkikis karena sudah banyak konten-konten positif mengenai Pontianak dan sejarah berdirinya dari sudut pandang ilmiah. Jika dulu  Pontianak dianggap kota mengerikan karena banyak kuntilanak, maka untuk saat ini Kota Pontianak telah dikenal sebagai pusat perdagangan dan jasa.

Selain itu, kota Pontianak juga memiliki lokasi-lokasi wisata budaya dan sejarah yang bisa dikunjungi. Berikut ini merupakan 7 obyek wisata kota Pontianak yang wajib dikunjungi selama berada di negeri matahari, antara lain:

1. ISTANA KADRIAH

Untuk mencapai lokasi obyek wisata Kota Pontianak ini hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit dari pusat kota. Jika ingin berkunjung bisa langsung sekali jalan menuju tugu khatulistiwa karena searah. Istana Kadriah Pontianak dulunya digunakan sebagai pusat roda pemerintahan kesultanan Pontianak. Didirikan oleh Sultan Syarief Abdurrahman Al-Qadrie pada tahun 1771 dengan menggunakan struktur bangunan kayu belian yang kokoh.

Setiap hari Istana Kadriah Pontianak bisa dikunjungi dari pagi hingga menjelang sore. Para pengunjung dapat masuk ke dalam ruangan utama istana untuk melihat benda-benda bersejarah seperti peralatan kesultanan, kelengkapan istana, hingga beragam perhiasan yang pernah digunakan. Pada halaman depan dapat dilihat sebuah meriam kecil yang diberi nama Meriam Setimbul. Menurut kisahnya, meriam kecil ini ditemukan mengapung ketika Sultan Syarief Abdurrahman Al-Qadrie sedang menyusuri Sungai Kapuas.

Istana Kadriah Pontianak
Istana Kadriah Pontianak (Foto: Dok. Pribadi)

2. MASJID JAMI PONTIANAK

Masjid Jami atau sekarang diberi nama masjid Sultan Syarif Abdurrahman ini terletak tepat di seberang pintu gerbang Istana Kadriah Pontianak sehingga bisa ditempuh hanya dengan berjalan kaki saja. Karena berada tepat di pinggiran sungai, Masjid Jami Pontianak dapat juga dituju dengan menggunakan alat transportasi sungai berbentuk sampan.

Masjid Jami Pontianak dibangun oleh Sultan Syarif Abdurrahman Al-Qadrie sebagai pusat ibadah sekaligus tempat belajar agama Islam pada saat itu. Sampai detik ini, Masjid Jami Pontianak masih digunakan oleh masyarakat sekitar untuk melaksanakan sholat berjamaah.

Masjid Jami Pontianak Menjelang Maghrib
Masjid Jami Pontianak Menjelang Maghrib (Foto: AnekaTempatWisata.Com)

Jika masuk kedalamnya, dapat dilihat bagaimana struktur bangunannya dibuat cukup kokoh dimana di tengah-tengah masjid terdapat pilar-pilar penyokong bangunan terbuat dari kayu belian. Meski sudah beberapa kali mengalami renovasi, bentuk Masjid Jami Pontianak masih tetap dipertahankan keasliannya.

3. TUGU KHATULISTIWA

Diantara 14 negara yang dilintasi oleh garis lintang khatulistiwa, Indonesia salah satu diantaranya. Kota Pontianak termasuk diantara 8 lokasi perlintasan di Indonesia. Dibandingkan dengan 7 lokasi lainnya, hanya kota Pontianak saja yang memiliki titik perlintasan paling dekat dengan pusat kota sehingga bisa diakses tanpa membutuhkan waktu lama. Jaraknya hanya sekitar 5 kilometer dari kota Pontianak dan bisa diakses menggunakan jalur darat menggunakan mobil atau motor.

Di lokasi ini, dapat dilihat sebuah tugu besar yang merupakan bentuk replika dari wujud asli sebenarnya. Jika ingin melihatnya, langsung saja masuk ke bangunan induk yang berada di bagian bawah tugu besar tersebut. Di tempat berdirinya tugu asli tersebut merupakan titik nol derajat (istilah lain dari ekuator) waktu pertama kali ditemukan oleh para peneliti dari negara Belanda pada tahun 1928. Untuk saat ini, titik ekuator telah mengalami pergeseran sebagai dampak dari pergerakan bumi.

Tugu Khatulistiwa Pontianak - Titik Equator Baru
Titik Ekuator Mengalami Pergeseran (Foto: Dok. Pribadi)

Sepuluh tahun kemudian, tugu khatulistiwa direnovasi dan dikembangkan kembali oleh salah seorang arsitek berkebangsaan Indonesia bernama Sylaban. Bentuk hasil renovasi dan pengembangan tersebut bisa kita lihat pada wujud replika tugu khatulistiwa yang sekarang.

Setiap tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September selalu diselenggarakan kegiatan dalam rangka “Kulminasi Matahari” oleh Pemerintah Kota Pontianak. Kulminasi merupakan salah satu fenomena alam yang unik dimana antara pusat matahari dan garis khatulistiwa saling berpotongan. Pada momen ini, semua benda yang berada disekitar tugu tidak memiliki bayangan ketika matahari tepat berada di atas kepala. Fenomena alam ini akan terjadi hanya selama 5-10 menit saja.

BACA JUGA: TUGU KHATULISTIWA TELAH BERGESER 117 METER

4. TAMAN ALUN KAPUAS

Pada saat tulisan ini dibuat, Taman Alun Kapuas masih ditutup hingga bulan Desember 2015 karena sedang dilakukan pengembangan menjadi Water Front City oleh Pemerintah Kota Pontianak. Jadi untuk sementara lokasi obyek wisata kota Pontianak ini belum bisa diakses oleh masyarakat umum.

Perahu Galaherang Taman Alun Kapuas Pontianak
Perahu Galaherang Taman Alun Kapuas Pontianak (Foto: Dok. Pribadi)

Lokasi Taman Alun Kapuas tepat berada di depan Kantor Walikota Pontianak, atau lebih tepatnya berada di kawasan Jalan Rahadi Usman. Sebelum ditutup untuk dipugar, Taman Alun Kapuas menjadi salah satu tempat hiburan terutama di akhir pekan.

Selain berjalan-jalan di kawasan ini, para pengunjung juga bisa bersantai di cafe-cafe terapung berbentuk perahu motor dimana dalam rentang waktu tertentu cafe terapung ini akan bergerak menyusuri sepanjang pinggiran Sungai Kapuas. Tepat disebelahnya terdapat dermaga penyeberangan kapal ASDP sehingga bagi yang berdomisil di daerah seberang (Siantan) dapat menuju Taman Alun Kapuas hanya dengan menyeberang sungai saja.

BACA JUGA: TAMAN ALUN KAPUAS PUSAT REKREASI KELUARGA

5. MUSEUM NEGERI KALIMANTAN BARAT

Museum Negeri Kalimantan Barat berada tepat di seberang Rumah Dinas Gubernur di kawasan jalan protokol Ahmad Yani Pontianak. Disini tersimpan bukti-bukti peninggalan sejarah peradaban masyarakat Kalimantan Barat pada jaman dahulu. Masuk ke dalam museum ini, para pengunjung akan disuguhi pemandangan berupa etalase-etalase yang berisikan benda-benda purbakala yang pernah digunakan. Selain itu dipajang juga pakaian-pakaian adat dari 2 suku asli yang ada di Kalimantan Barat yaitu Melayu dan Dayak.

Museum Negeri Pontianak - Tampak Depan
Museum Negeri Pontianak (Foto: Dok. Pribadi)

6. RUMAH ADAT RADAKNG

Radakng menurut Wikipedia Indonesia berasal dari bahasa Dayak Kanayatn yang dalam Bahasa Indonesianya berarti rumah betang atau rumah panjang. Dalam wujud aslinya, Rumah Radakng memiliki ukuran besar karena terdiri atas ruangan-ruangan tempat beberapa keluarga berkumpul. Hal ini merupakan simbol semangat kekeluargaan, persaudaraan, gotong royong dan kebersamaan masyarakat Dayak. Selain itu, konstruksi bangunan juga dibuat tinggi layaknya panggung demi menghindari diri dari serangan hewan-hewan buas di hutan.

Rumah Radakng Kalimantan Barat terletak di Jalan Sutan Syahrir Pontianak, dibangun pada kurun waktu tahun 2012-2013 dan diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat, Drs. Cornelis, MH pada tanggal 2 Juli 2013. Rumah Radakng ini dibangun sebagai upaya pengembangan dan pelestarian adat istiadat suku Dayak di Kalimantan Barat.

Rumah Adat Radakng Pontianak
Rumah Adat Radakng Pontianak (Foto: Pontinesia.Com)

7. RUMAH ADAT MELAYU

Terletak berdampingan dengan Rumah Radakng Kalimantan Barat, berdiri dengan megah juga Rumah Adat Melayu Kalimantan Barat. Rumah adat ini diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada tanggal 9 November 2005. Sejak diresmikan hingga saat ini, Rumah Adat Melayu Kalbar sering digunakan sebagai tempat pertemuan-pertemuan maupun kegiatan-kegiatan yang terkait dengan kebudayaan Melayu khususnya.

Hampir sama dengan Rumah Radakng, Rumah Adat Melayu juga dibuat dengan ukuran besar dan memiliki konstruksi pondasi panggung. Dalam wujud aslinya, kerangka atau struktur rumah menggunakan sistem tebuk-tembus dan pasak yang terbuat dari kayu sehingga dapat dengan mudah dibongkar pasang.

Rumah Adat Melayu Pontianak
Rumah Adat Melayu Pontianak (Foto: Pontinesia.Com)

Sumber Referensi:

  • https://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_Melayu
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_Radakng
SHARE
Seorang #BloggerPontianak Pemula yang Tak Pernah Berhenti Belajar untuk Menjadi #BloggerProfesional. Menerima jasa review produk, liputan khusus, dan pelatihan blog. Kontak: 0811-56-1982 (Call/WA) E-Mail: bloggerborneo[a]gmail.com

17 COMMENTS

  1. Lebaran idul adha lho di pontianak, kebetulan ada sepupu yang menikah dengan orang pontianak. Juga saya punya kakak menetap di pontianak

  2. Wah, ada aloevera center disana. kelihatannya menarik untuk dikunjungi. apakah bisa dibeli aloevera yang ada disana?

    • Bisa Bro, kalau diluar kota cukup kontak saya aja. Produk2 nya bisa dilihat di http://www.bubarjalan.com/bursa-makanan/produk-lidah-buaya-makanan-khas-pontianak/. Welcome reseller juga kok Bro… 🙂

  3. rencana tg 10 des mo bawa rombongan ke pontianak.. kasih rekomendasi dunk tempat2 wisata lainnya di sekitar kota pontianak atau kalbar.. tq

    • Coba googling Paket Wisata Kota Pontianak Bang, ntar muncul postingan saya lagi mengenai tujuan wisata di kota Pontianak. Trims… 🙂

LEAVE A REPLY

CommentLuv badge